Pasukan Komando AS Selamatkan Pilot F-15 di Iran, Trump Bantah Rumor Sakit
Pasukan komando Amerika Serikat (AS) dikerahkan jauh ke dalam wilayah Iran untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur AS yang jatuh di negara tersebut. Hal ini dilaporkan media-media AS pada hari Minggu (5/4) waktu setempat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilot militer tersebut telah ditemukan dalam kondisi "selamat dan sehat".
Sebelumnya, Teheran mengatakan bahwa pasukannya telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15. Itu menjadi jet tempur pertama AS yang jatuh di wilayah Iran sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu. Washington belum mengonfirmasi detail bagaimana jet tempur itu jatuh.
Rumor Trump Dirawat di Rumah Sakit Dibantah
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dirumorkan masuk rumah sakit dan dirawat di Rumah Sakit Militer Nasional Walter Reed, Maryland, sebelum Paskah. Gedung Putih membantah keras rumor tersebut, dengan menegaskan bahwa Trump tetap bekerja di Gedung Putih selama akhir pekan Paskah.
Rumor yang beredar online dan menjadi viral di media sosial pada akhir pekan menyebutkan bahwa Trump, yang berusia 79 tahun, dirawat di Rumah Sakit Militer Nasional Walter Reed pada Sabtu (4/4) waktu setempat. Seorang juru bicara Gedung Putih merujuk pada postingan Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung via media sosial saat diminta komentar soal rumor viral tersebut.
Serangan AS-Israel Tewaskan Bos Intelijen Garda Revolusi Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat-Israel telah menewaskan kepala intelijennya pada hari Senin (6/4).
"Mayor Jenderal Majid Khademi, kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam yang berpengaruh, gugur dalam serangan teroris kriminal oleh musuh Amerika-Zionis... pada subuh hari ini," kata Garda Revolusi dalam unggahan di saluran Telegram mereka. Puluhan warga sipil, termasuk enam anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangan udara AS-Israel terbaru di seluruh wilayah Iran.
AS dan Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari
Amerika Serikat (AS) dan Iran, bersama sekelompok mediator regional, dikabarkan sedang membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari, yang nantinya dapat mengarah pada diakhirinya perang secara permanen. Perundingan itu dilaporkan oleh media Axios yang mengutip keterangan empat sumber pejabat AS, Israel dan sumber-sumber regional Timur Tengah yang mengetahui pembicaraan diplomatik tersebut. Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan langsung.
Trump Anggap Pengerahan Pasukan Darat ke Iran Tak Perlu
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu (5/4) bahwa dirinya tidak menganggap perlu untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran pada tahap ini. Namun demikian, Trump menolak untuk mengesampingkan opsi tersebut.
"Saya rasa itu tidak perlu, tetapi saya tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun," ucap Trump kepada media ABC News. Dalam wawancara terpisah dengan media AS The Hill, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan darat jika Teheran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Detail Operasi Penyelamatan Pilot F-15
Pasukan komando Amerika Serikat (AS) dikerahkan jauh ke dalam wilayah Iran untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur AS yang jatuh di negara tersebut. Hal ini dilaporkan media-media AS pada hari Minggu (5/4) waktu setempat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilot militer tersebut telah ditemukan dalam kondisi "selamat dan sehat".
Sebelumnya, Teheran mengatakan bahwa pasukannya telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15. Itu menjadi jet tempur pertama AS yang jatuh di wilayah Iran sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu. Washington belum mengonfirmasi detail bagaimana jet tempur itu jatuh.
Trump mengatakan pada Minggu (5/4) pagi, bahwa militer AS telah "melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS, untuk salah satu perwira awak pesawat kita yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senah hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang dia SELAMAT dan SEHAT!"



