Serangan Gabungan AS dan Israel Hantam Fasilitas Nuklir Iran di Arak
Jakarta - Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali memanas dengan rentetan serangan terbaru dari militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyasar wilayah Iran. Serangan gabungan dari kedua negara tersebut kini berfokus pada fasilitas nuklir Arak milik Iran, yang menjadi pusat perhatian internasional.
Pabrik di Ardakan Jadi Sasaran Serangan
Menurut keterangan pejabat Iran yang dilansir AFP pada Jumat, 27 Maret 2026, "Pabrik di Ardakan, yang terletak di Provinsi Yazd, menjadi sasaran serangan beberapa menit yang lalu oleh musuh Amerika-Zionis." Pernyataan ini menegaskan bahwa serangan tersebut terjadi dalam waktu dekat dan menargetkan lokasi strategis.
Organisasi energi atom Iran mengonfirmasi bahwa objek yang diserang merupakan fasilitas pengolahan uranium. Serangan dilaporkan terjadi pada hari yang sama menurut waktu setempat, menunjukkan intensitas operasi militer yang tinggi.
Klaim Pejabat Iran: Tidak Ada Korban Jiwa
Dilansir dari CNN, seorang pejabat di Provinsi Markazi, Iran, menyatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan AS dan Israel. "Tidak ada korban jiwa karena tindakan pengamanan sebelumnya," klaim pejabat tersebut, mengindikasikan bahwa Iran telah mengantisipasi kemungkinan serangan.
Serangan yang dilaporkan ini terjadi tidak lama setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil Iran yang berada di:
- Barat laut kota Arak
- Zona Industri Khir Abad
Kedua daerah tersebut merupakan lokasi dekat fasilitas nuklir Arak, menunjukkan target yang spesifik dari operasi militer ini.
Pernyataan IDF dan Intelijen Israel
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis pernyataan pada platform X dalam bahasa Farsi yang memperingatkan warga sipil bahwa mereka akan menyerang infrastruktur militer Iran di daerah tersebut, meskipun tidak menyebutkan target yang tepat secara detail.
IDF kemudian menyatakan bahwa Angkatan Udara Israel "telah mulai menyerang infrastruktur milik rezim teror Iran di seluruh Iran", berdasarkan intelijen yang dimiliki Israel. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa serangan mungkin tidak terbatas hanya pada fasilitas Arak saja.
Latar Belakang Fasilitas Nuklir Arak
Reaktor air berat Arak di Iran masih dalam pembangunan hingga tahun lalu, menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Rencana pembangunan fasilitas tersebut sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di Israel dan negara-negara Barat karena:
- Air berat dapat digunakan untuk menghasilkan plutonium
- Plutonium merupakan jalur menuju potensi bom nuklir
Di bawah kesepakatan nuklir Iran yang sekarang sudah tidak berlaku, Teheran telah setuju pada tahun 2015 untuk memodifikasi rencana pembangunan fasilitas tersebut guna menutup jalur plutonium. Namun, ketegangan kembali meningkat dengan serangan terbaru ini.
Sejarah Serangan Terhadap Fasilitas Arak
Pada Juni 2025, Israel telah menyerang reaktor yang masih dalam pembangunan di kompleks Arak selama perang 12 hari dengan Iran. Pada saat itu, IAEA menyatakan bahwa reaktor tersebut tidak beroperasi dan tidak mengandung material nuklir apa pun.
Serangan terbaru ini menandai babak baru dalam konflik yang berkepanjangan antara Iran dengan AS dan Israel, dengan fasilitas nuklir sebagai titik fokus utama. Eskalasi militer ini berpotensi memperburuk stabilitas keamanan regional di Timur Tengah, sementara komunitas internasional memantau perkembangan dengan cermat.



