Analisis Video Ungkap Rudal Tomahawk AS Diduga Serang Sekolah di Iran
Penyelidikan mengenai pelaku serangan mematikan di sebuah sekolah dasar di Iran semakin mengarah ke Amerika Serikat. Analisis mendalam terhadap rekaman video yang dirilis oleh kantor berita semi-resmi Mehr menunjukkan bukti kuat keterlibatan rudal Tomahawk milik AS dalam insiden yang menewaskan 168 orang, termasuk sekitar 110 anak-anak.
Bukti Visual yang Menguatkan Keterlibatan AS
BBC Verify, tim verifikasi fakta BBC, telah mengonfirmasi keaslian rekaman video yang memperlihatkan momen sebuah rudal menghantam pangkalan militer Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Kota Minab, provinsi Hormozgan. Pangkalan ini berdampingan langsung dengan Sekolah Dasar Shajareh Tayebeh, sebuah sekolah khusus putri yang memiliki 264 murid menurut data Kementerian Pendidikan Iran.
Analisis citra satelit, video terverifikasi, serta penilaian dari tiga pakar persenjataan independen mengidentifikasi amunisi dalam rekaman tersebut sebagai rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat. Israel maupun Iran tidak diketahui memiliki rudal jenis ini dalam persenjataan mereka.
"Amunisi dalam video tersebut memiliki seluruh ciri khas rudal Tomahawk AS pada fase terakhir," ujar seorang analis senior dari Mackenzie Intelligence Services yang dikutip dalam laporan BBC.
Serangan Berulang dan Korban Jiwa yang Besar
Rekaman yang telah diverifikasi menunjukkan kepulan asap besar di dekat sekolah sebelum rudal Tomahawk terlihat, mengindikasikan lokasi tersebut telah terkena gempuran berkali-kali. Analisis sebelumnya oleh BBC Verify menemukan bahwa sekolah terkena serangan hampir bersamaan dengan bangunan lain di kompleks IRGC yang berdekatan.
Wes Bryant, analis keamanan nasional sekaligus mantan personel Angkatan Udara AS, mengonfirmasi identifikasi rudal Tomahawk dan menambahkan bahwa bukti serangan berulang ke seluruh kompleks IRGC "menunjukkan sebuah operasi AS yang disengaja dan presisi."
Sebuah klinik medis yang menurut media Iran milik Angkatan Laut IRGC di dalam pangkalan kemungkinan besar terkena hantaman rudal Tomahawk yang terlihat dalam rekaman. Klinik ini berjarak hanya sekitar 200 meter dari sekolah dasar tersebut.
Pernyataan Kontradiktif dari Pihak AS
Pada Sabtu (7 Maret 2026), Presiden AS Donald Trump justru menyalahkan Iran atas serangan terhadap sekolah tersebut. "Kami pikir itu dilakukan oleh Iran karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan persenjataan mereka. Mereka sama sekali tidak punya akurasi," ujar Trump kepada para wartawan di dalam pesawat Air Force One.
Namun, penilaian awal pemerintah Amerika Serikat yang dilaporkan CBS News menyebutkan serangan mematikan itu "kemungkinan besar" dilakukan oleh pihaknya, namun tidak secara sengaja menargetkan sekolah dan bisa jadi mengenai lokasi tersebut karena kesalahan.
Pejabat militer tertinggi AS, Jenderal Dan Caine, telah menyatakan pada 2 Maret bahwa Tomahawk merupakan rudal pertama yang ditembakkan Angkatan Laut AS ke Iran sebagai bagian dari "serangan di sepanjang sayap selatan." Dalam konferensi pers pada 4 Maret, Departemen Pertahanan AS menampilkan peta ilustratif yang menunjukkan serangan-serangan dalam 100 jam pertama perang, dengan kawasan Minab termasuk sebagai salah satu target.
Respons Resmi yang Berhati-hati
Dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Amerika Serikat kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan di sekolah putri Minab pada 28 Februari, namun temuan itu belum mencapai kesimpulan akhir atau masih menunggu penuntasan investigasi.
Para pejabat itu, yang membahas masalah militer sensitif, tidak mengesampingkan kemungkinan munculnya bukti baru yang membebaskan AS dari tanggung jawab. Mereka mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan, kesimpulan penyelidikan nantinya akan menunjuk pihak lain yang bertanggung jawab.
Pentagon mengarahkan pertanyaan dari Reuters ke Komando Pusat Militer AS. Juru bicaranya, Kapten Timothy Hawkins, mengatakan: "Tidak pantas untuk berkomentar mengingat insiden tersebut sedang dalam penyelidikan."
Gedung Putih tidak berkomentar langsung tentang penyelidikan tersebut, tetapi sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Meskipun Departemen Perang saat ini sedang menyelidiki masalah ini, rezim Iran menargetkan warga sipil dan anak-anak, bukan Amerika Serikat."
Kesulitan Verifikasi di Tengah Pembatasan
Pemadaman internet yang masih berlangsung di Iran menyulitkan upaya verifikasi independen atas detail insiden tersebut. Pembatasan terhadap kebebasan peliputan jurnalis internasional di Iran juga membuat sangat sulit memastikan apa yang terjadi di Minab pada 28 Februari.
N R Jenzen Jones, direktur Armament Research Services, sebelumnya mengatakan kepada BBC Verify bahwa kecil kemungkinan rudal Iran menyebabkan kerusakan ledakan besar di sekolah, karena rudal Iran umumnya membawa hulu ledak dengan daya ledak relatif kecil.
Sementara itu, sumber pemerintah Israel mengatakan kepada CBS News bahwa Israel tidak berada di balik serangan itu dan militernya tidak beroperasi di sekitar sekolah. Iran menuding AS dan Israel bertanggung jawab, tapi kedua negara belum secara terbuka menerima atau menyangkal keterlibatan.
BBC telah meminta komentar dari pemerintah AS terkait penilaian pakar atas rekaman terbaru, namun belum mendapatkan respons resmi yang komprehensif.
