55 Warga Ghana Tewas di Ukraina, Ditipu Jadi Tentara Rusia
55 Warga Ghana Tewas Ditipu Jadi Tentara Rusia

55 Warga Ghana Tewas di Ukraina, Korban Tipu Daya Rekrutmen Ilegal Rusia

Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, mengungkapkan fakta memilukan bahwa 55 warganya telah tewas dalam konflik di Ukraina. Mereka menjadi korban skema perekrutan ilegal yang dilakukan oleh Rusia dengan menggunakan dalih dan janji palsu.

Janji Palsu dan Manipulasi yang Mematikan

Ablakwa dengan tegas menyatakan bahwa pemerintahnya akan menindak tegas jaringan kriminal yang memanipulasi warga Ghana. "Semakin banyak negara Afrika dalam beberapa bulan terakhir mulai menemukan bahwa warga negara mereka telah ditipu untuk berperang bagi tentara Rusia, dan kemudian tewas atau ditangkap di medan perang," ujarnya seperti dilansir dari AFP pada Jumat (27/2/2026).

Menurut data yang dihimpun, terdapat 272 warga Ghana yang diperkirakan telah dipancing untuk berperang sejak tahun 2022. Dari jumlah tersebut, 55 orang dinyatakan tewas dan dua orang lainnya ditangkap sebagai tawanan perang. Ablakwa menegaskan bahwa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan nyawa manusia yang hilang serta harapan keluarga dan bangsa.

Komitmen Pemerintah Ghana dan Kunjungan ke Kyiv

Sebagai bentuk tanggung jawab, Ablakwa berencana melakukan perjalanan ke Kyiv minggu ini. Tujuannya adalah untuk membahas nasib dua warga Ghana yang saat ini ditawan di garis depan pertempuran. Dalam pertemuan dengan rekannya dari Ukraina, Andriy Sybiga, terungkap bahwa lebih dari 1.780 warga Afrika dari 36 negara berbeda juga terlibat dalam perang ini sebagai bagian dari pasukan Rusia.

Pemerintah Ghana berkomitmen penuh untuk melacak dan membongkar semua skema perekrutan ilegal yang beroperasi di wilayahnya. Ablakwa menekankan, "Ini bukan perang kita dan kita tidak bisa membiarkan kaum muda kita menjadi perisai manusia bagi orang lain." Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap eksploitasi yang dilakukan oleh pihak asing.

Dampak Luas dan Peringatan bagi Negara Lain

Kasus ini menyoroti praktik perdagangan manusia dan manipulasi informasi yang dilakukan oleh jaringan kriminal internasional. Warga Ghana yang menjadi korban direkrut dengan iming-iming pekerjaan atau kesempatan hidup yang lebih baik, namun pada kenyataannya mereka dihadapkan pada medan perang yang mematikan.

Laporan ini juga menjadi peringatan bagi negara-negara Afrika lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap skema serupa. Pemerintah didesak untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum guna mencegah lebih banyak korban berjatuhan.