5 Kota Iran Terdampak Serangan Udara Israel dan AS, Termasuk Teheran
5 Kota Iran Terdampak Serangan Israel-AS, Teheran Hingga Isfahan

Lima Kota di Iran Terkena Dampak Serangan Udara Gabungan Israel dan Amerika Serikat

Israel dan Amerika Serikat (AS) secara koordinasi telah melaksanakan serangan udara terhadap wilayah Republik Islam Iran. Operasi militer ini dilaporkan berdampak langsung pada setidaknya lima kota besar di negara tersebut.

Ledakan Terdengar di Beberapa Kota Utama

Berdasarkan laporan dari berbagai kantor berita internasional, ledakan keras terdengar di kota-kota Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah, serta di ibu kota Teheran. Kantor berita Fars Iran menyebutkan bahwa beberapa rudal menghantam area strategis di Teheran, khususnya di Jalan Universitas dan kawasan Republik.

Kantor Berita Republik Islam Iran juga mengonfirmasi adanya ledakan di dua lokasi berbeda di Teheran. Saksi mata melaporkan melihat kepulan asap tebal di pusat kota tak lama setelah suara ledakan menggema.

Iran Membalas dengan Peluncuran Rudal

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Iran telah melakukan pembalasan. "Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel," bunyi pernyataan tersebut. Ini menandakan eskalasi konflik yang semakin meningkat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengonfirmasi keterlibatan AS dalam serangan ini melalui unggahan video berdurasi delapan menit di platform media sosial Truth Social. Pihak berwenang masih menganalisis pernyataan lengkap Trump untuk informasi lebih detail.

Israel Berlakukan Keadaan Darurat dan Penutupan Wilayah Udara

Menanggapi ancaman balasan dari Iran, pemerintah Israel segera menetapkan status keadaan darurat nasional. Bunyi sirene peringatan terdengar meraung di berbagai wilayah, mengisyaratkan kesiapsiagaan tinggi.

Militer Israel telah mengeluarkan peringatan proaktif kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan rudal lebih lanjut. Sementara itu, otoritas bandara Israel mengumumkan penutupan total wilayah udara untuk semua penerbangan sipil dan mendesak warga untuk tidak mendatangi bandara.

Serangan Ternyata Sudah Direncanakan Berbulan-bulan

Menurut seorang pejabat pertahanan Israel yang dikutip oleh Reuters, operasi serangan ini telah direncanakan selama berbulan-bulan. Keputusan tanggal peluncuran bahkan telah ditetapkan beberapa minggu sebelumnya, ironisnya pada saat yang sama ketika AS dan Iran masih terlibat dalam proses negosiasi diplomatik.

Eskalasi militer ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan stabilitas kawasan Timur Tengah. Situasi terus berkembang dengan cepat, dan pihak berwenang dari semua negara yang terlibat masih memantau perkembangan secara ketat.