5 Berita Terpopuler Internasional: Iran, Ukraina, Argentina
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini (20.07.2026)

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa dua kapal tanker minyak meledak pada Senin (20/7) dini hari waktu setempat saat mencoba melintasi jalur pelayaran yang disebut tidak aman di bagian selatan Selat Hormuz. IRGC menyatakan kedua kapal tanker tersebut kini lumpuh dan tidak dapat melanjutkan pelayaran. Dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, IRGC mengklaim bahwa kapal-kapal itu berusaha menggunakan rute tidak aman di bawah tekanan dan paksaan militer Amerika Serikat (AS). Menurut IRGC, ada empat kapal yang awalnya mengabaikan peringatan Iran dan bertindak dengan dukungan AS. Dua kapal di antaranya kemudian meninggalkan jalur tersebut, namun dua kapal lainnya tidak.

Lebih dari 400 Drone Ukraina Targetkan Moskow

Dalam perkembangan terpisah, lebih dari 400 drone Ukraina menargetkan wilayah Moskow, ibu kota Rusia, dalam semalam. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan bahwa sebagian besar UAV atau drone yang diluncurkan mulai Minggu (19/7) malam hingga Senin (20/7) subuh waktu setempat berhasil dicegat. "Dari pukul 20.30 (1730 GMT) hingga 05.00, lebih dari 400 drone musuh terbang ke arah wilayah Moskow. Sebagian besar dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang jauh. 85 UAV dihancurkan saat mendekati Moskow," tulis Sobyanin di platform MAX yang didukung pemerintah Rusia, seperti dilansir AFP.

Iran Wanti-wanti AS: Bukan Venezuela

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menepis klaim AS yang menyebut Teheran dapat dipaksa tunduk melalui tekanan militer. Dalam wawancara dengan Mehr News Agency, seperti dilansir NDTV dan The Times of India, Araghchi menegaskan bahwa Iran bukan Venezuela dan situasi kedua negara sangat berbeda. Ia membandingkan situasi di Iran dengan Venezuela, di mana AS memaksakan pergantian rezim melalui penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer pada Januari lalu. Araghchi menekankan bahwa Iran tidak memiliki sistem kekuasaan tunggal, sehingga menyingkirkan satu pemimpin tidak akan memicu keruntuhan Republik Islam tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran

Korban tewas akibat gelombang serangan udara AS yang menghujani berbagai target Iran sejak akhir Juni lalu terus bertambah. Otoritas Teheran melaporkan lebih dari 50 orang tewas akibat rentetan serangan Washington tersebut. Kementerian Kesehatan Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, melaporkan pada Minggu (19/7) bahwa lebih dari 50 orang tewas sejak AS melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut pada 27 Juni lalu. Terdapat lima wanita dan dua anak-anak di antara korban tewas. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, juga melaporkan bahwa sedikitnya 517 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan 35 korban luka perempuan dan 19 anak-anak.

Presiden Argentina Umumkan Libur Nasional Usai Kalah Piala Dunia

Presiden Argentina, Javier Milei, mengumumkan hari libur nasional setelah timnas sepak bola negaranya gagal menjadi juara Piala Dunia 2026. Milei berterima kasih kepada timnas Argentina yang disebutnya telah berjuang habis-habisan meskipun kalah dari Spanyol di final Piala Dunia. Pengumuman ini, seperti dilansir Mirror.co.uk, disampaikan Milei dalam pernyataan via media sosial X setelah Argentina kalah dari Spanyol dengan skor 0-1 dalam pertandingan final di MetLife Stadium, New Jersey, AS, pada Minggu (19/7) waktu setempat. Beberapa jam setelah Spanyol mengangkat trofi, Milei mengumumkan bahwa seluruh warga Argentina akan menikmati hari libur nasional meskipun gagal menjadi juara bertahan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga