Serangan Gabungan AS-Israel di Lamerd Tewaskan 18 Warga, Mayoritas Anak-anak
Serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel di Kota Lamerd, Iran, telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan. Menurut laporan resmi, sebanyak 18 warga Iran tewas dalam insiden tersebut, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak.
Lokasi Serangan dan Korban
Gubernur Lamerd, Ali Alizadeh, mengungkapkan bahwa serangan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang, menargetkan beberapa lokasi strategis. Kompleks olahraga, aula yang berdekatan dengan sekolah, dan dua area perumahan menjadi sasaran rudal, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Alizadeh memperingatkan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan masih akan meningkat seiring proses evakuasi dan identifikasi.
Pejabat kesehatan tertinggi di Lamerd, Fatemeh Amini, menegaskan bahwa 18 orang, sebagian besar anak-anak, tewas pada Sabtu malam. Selain itu, sekitar 100 orang mengalami luka-luka akibat serangan ini. Amini menyatakan bahwa seluruh staf kesehatan di kota tersebut telah berada dalam keadaan siaga penuh untuk menangani korban dan situasi darurat.
Konflik yang Meluas
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang telah berlangsung sejak kemarin. Israel dan AS dilaporkan menyerang berbagai lokasi di Iran dengan menggunakan rudal, sementara Iran membalas dengan menembakkan rudal ke Israel serta negara-negara Arab seperti Qatar, UEA, Bahrain, dan Kuwait yang menampung pasukan AS.
Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian pemimpin Iran, Khamenei, melalui platform media sosialnya, Social Truth. Trump menyebut Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah". Pernyataan ini dilaporkan oleh AFP pada Minggu (1/3/2026), menambah ketegangan dalam konflik yang sudah memanas.
Dampak dan Respons
Serangan di Lamerd tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga mengganggu aktivitas warga, terutama di area pendidikan dan permukiman. Kompleks olahraga dan sekolah yang terdampak menunjukkan bagaimana konflik ini merambah ke fasilitas publik yang seharusnya aman. Pihak berwenang Iran telah mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional, dengan Rusia juga ikut mengkritik aksi AS dan Israel.
Dengan korban yang terus bertambah dan situasi yang belum stabil, masyarakat internasional mengkhawatirkan potensi eskalasi lebih lanjut. Upaya penanganan medis dan evakuasi masih berlangsung di Lamerd, sementara ketegangan diplomatik antara negara-negara yang terlibat semakin memuncak.
