Wamendagri Wiyagus Desak Pemda Perkuat Komitmen untuk Percepatan Penuntasan TBC
Wamendagri Desak Pemda Perkuat Komitmen Penuntasan TBC

Wamendagri Wiyagus Desak Pemda Perkuat Komitmen untuk Percepatan Penuntasan TBC

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus secara tegas menekankan pentingnya komitmen kuat dari pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penuntasan tuberkulosis (TBC) di seluruh Indonesia. Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).

Dampak TBC Melampaui Masalah Kesehatan

Dalam pernyataannya, Wiyagus menggarisbawahi bahwa tuberkulosis bukan sekadar persoalan kesehatan semata, melainkan juga memiliki dampak luas terhadap produktivitas masyarakat, tingkat kemiskinan, dan kualitas sumber daya manusia. "Tuberkulosis ini harus ditangani secara serius karena potensinya menghambat agenda pembangunan nasional," tegas Wiyagus. Ia menambahkan bahwa keberhasilan eliminasi TBC sangat bergantung pada kepemimpinan di tingkat daerah, terutama dalam mengintegrasikan kebijakan penanggulangan ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

Landasan Regulasi dan Implementasi di Daerah

Wiyagus menjelaskan bahwa komitmen pemerintah pusat telah diwujudkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021, yang menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam melindungi masyarakat dari ancaman TBC. Lebih lanjut, ia meminta agar percepatan penanggulangan TBC diwujudkan melalui:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Kebijakan yang terukur dan berkelanjutan
  • Penguatan perencanaan strategis
  • Peningkatan alokasi anggaran secara signifikan
  • Pemberdayaan perangkat daerah hingga tingkat desa dan kelurahan

Dengan pendekatan terintegrasi ini, penanganan TBC diharapkan dapat berjalan lebih efektif, mencakup penemuan kasus, pengobatan, dan pencegahan secara menyeluruh.

Urgensi Kolaborasi Lintas Sektor

Wamendagri juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, sehingga diperlukan akselerasi yang lebih masif dan terkoordinasi. "Harus solid dengan stakeholder lainnya, sehingga eliminasi TBC ini benar-benar bisa diwujudkan oleh kita bersama," tutur Wiyagus. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat mendesak untuk mencapai target penuntasan TBC secara nasional.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus serta perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia, menandakan pentingnya kerja sama multisektoral dalam menghadapi tantangan kesehatan global ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga