Sekolah Negeri Sepi Peminat, Orang Tua Makin Selektif
Sekolah Negeri Sepi Peminat, Orang Tua Makin Selektif (20.07.2026)

Pemandangan kontras kembali terlihat pada musim penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Di satu sisi, sejumlah sekolah negeri merana karena hanya mendapatkan dua hingga tiga siswa baru. Namun di sisi lain, sekolah-sekolah favorit justru dibanjiri pendaftar hingga calon murid harus mengantre panjang demi mendapatkan kursi.

Fenomena Sepi Peminat di Sekolah Negeri

Beberapa sekolah negeri di berbagai daerah mengalami kekurangan siswa secara signifikan. Data menunjukkan bahwa ada sekolah yang hanya menerima dua hingga tiga siswa baru untuk tahun ajaran ini. Kondisi ini memprihatinkan karena dapat mengancam keberlangsungan operasional sekolah tersebut.

Menurut pengamat pendidikan, fenomena ini bukan sekadar masalah pergeseran jumlah penduduk (demografi), melainkan sinyal kuat bahwa orang tua zaman sekarang semakin selektif dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Orang Tua Makin Selektif

Orang tua kini lebih cermat dalam menilai kualitas sekolah, baik dari segi akademik, fasilitas, maupun lingkungan belajar. Mereka cenderung memilih sekolah yang dianggap memiliki reputasi baik dan mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anak.

"Orang tua tidak lagi sekadar mendaftarkan anak ke sekolah terdekat. Mereka melakukan riset, mencari informasi dari berbagai sumber, dan bahkan rela mengantre demi sekolah yang dianggap unggul," ujar seorang pakar pendidikan.

Dampak bagi Sekolah Sepi Peminat

Sekolah yang kekurangan siswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari efisiensi anggaran hingga ancaman penutupan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian khusus dan solusi agar sekolah-sekolah tersebut tetap bisa beroperasi dan meningkatkan kualitasnya.

Fenomena ini juga menjadi evaluasi bagi sistem pendidikan nasional untuk lebih meratakan kualitas sekolah agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara sekolah favorit dan non-favorit.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga