Kombes Yimmy Kurniawan, yang kini menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri, masuk dalam tiga besar nominasi Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas. Di mata rekan-rekannya, ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, jujur, dan sederhana.
Kesaksian Novel Baswedan: Jujur dan Rendah Hati
Novel Baswedan, yang mengenal Kombes Yimmy sejak pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol), memberikan kesaksian. Novel merupakan senior Yimmy yang merupakan angkatan 2000. "Di awal saya kenal itu saya melihat Yimmy anak yang jujur, pintar, dan dia orangnya tenang, yang itu terlihat kuat sekali sosoknya. Dari dulu memang dia pintar, setahu saya dia lulus juga Adhi Makayasa," kata Novel kepada detikcom pada Jumat (19/6/2026).
Novel menilai bahwa mayoritas orang pintar cenderung suka menonjolkan diri, namun sikap itu tidak berlaku bagi Kombes Yimmy. "Dia nggak (menonjolkan diri), dia tenang, humble, terus jujur, itu poin penting. Maka ketika bicara integritas, Yimmy ini sosok polisi berintegritas dan yang luar biasa," ucap Novel. Ia menambahkan, "Dia bekerja dengan dedikasi, dengan bakti yang sungguh-sungguh untuk kepentingan Polri, untuk kepentingan negara, untuk kepentingan kemanusiaan."
Kesaksian Kombes Kusworo Wibowo: Sederhana dan Tidak Hedon
Kesaksian lain datang dari Kombes Kusworo Wibowo, rekan seangkatan Yimmy saat pendidikan Akpol 2000 yang kini menjabat Kabagmutjab Robinkar SSDM Polri. Kusworo dan Yimmy telah bersama-sama bertugas sebagai anggota Polri selama sekitar 25 tahun. "Alhamdulillah kita belum pernah mendengar info-info yang negatif tentang Pak Yimmy, nggak pernah beliau menyusahkan orang, sampai meras atau minta sana minta sini. Itu insyaallah sejauh ini kami belum pernah denger itu. Menurut saya beliau sampai dikenal dengan sebutan berintegritas," ujar Kusworo.
Kusworo menilai Yimmy sebagai sosok yang sederhana dan tidak bergaya hidup hedonisme. Yimmy disebut tidak pernah pamer kekayaan, bahkan ke kantor selalu naik motor. "Menurut saya beliau juga tipe-tipe yang tidak hedon, tidak bergaya hidup hedonis, beliau sederhana, beliau juga nggak punya keinginan untuk dilihat hebat atau wah gitu. Ya berjalan apa adanya saja, sehingga tidak pernah pamer kekayaan, ya menjalani apa adanya saja, berangkat ke kantor juga pake motor," katanya.
Kesaksian Andre Nainggolan: Rendah Hati dan Konsisten
Andre Nainggolan, Analis Kebijakan Ahli Madya Staf Ahli Kapolri yang juga rekan seangkatan Yimmy di Akpol 2000, mengungkapkan hal senada. Ia menilai Yimmy sebagai sosok yang tidak banyak bicara namun selalu menjalankan tugasnya secara maksimal. "Kerendahan hatinya membuat dia tidak pernah memandang bahwa pekerjaan dia harus pada posisi tertentu tapi dia melihat bahwa pekerjaan dia adalah amanah. Di mana pun dia ditempatkan, dia akan ambil tugas itu, komitmen dengan tugas itu, jalankan 100%," ucap Andre.
Andre memuji kerendahan hati dan konsistensi Yimmy yang tidak pernah berubah sejak mereka saling kenal. Yimmy tetap sederhana meskipun kini berpangkat Kombes. "Sampai sekarang dia bahkan ke kantor aja, yang unik naik motor untuk level Kombes. Oke sekarang banyak yang menggunakan fasilitas umum, tapi untuk seperti dia masih tetap menggunakan kendaraan.. Saya tanya 'Kau pakai apa?'. 'Motor'. 'Oh masa sih?'," ujarnya.
Yimmy Bicara Komitmen dan Konsistensi
Bagi Yimmy, integritas adalah tentang komitmen dan konsistensi. Sejak awal menjadi anggota Polri, dirinya sudah berkomitmen dan siap menerima dan menghadapi segala tantangan. "Menurut saya integritas itu gabungan antara komitmen dengan konsistensi kita terhadap organisasi di mana kita mengabdi, dengan segala macam ketentuannya, termasuk aturan, kode etiknya, budayanya. Saya harus ingat bahwa saya melaksanakan tupoksi kepolisian, di situ ada rasa keadilan orang lain," kata Yimmy.
"Kalau memang mau menegakkan hukum, ya tegakkan hukum. Masyarakat berterima kasih aja, kalau saya sih itu udah sangat membanggakan hati saya," tambahnya.
Yimmy mengaku berasal dari keluarga sederhana, bukan keluarga polisi. Oleh sebab itu, ia memegang teguh prinsip hidup sederhana dan jujur. "Kalau rezeki kita satu mangkok, kemudian kita serakah, kita mau ngambil satu baskom, yakin tumpah kok. Tumpah itu apa? entah nanti bermasalah, entah nanti mohon maaf keluarganya sakit, ada aja. Jadi kalau udah porsi kita, itu hak kita, insyaallah berkah," imbuhnya.



