Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, ASN DKI Jadi Incaran
Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, ASN DKI Incaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik 239 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026, di Balai Kota Jakarta. Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta adalah impian banyak orang, sehingga para pejabat yang dilantik harus bersyukur dan bekerja keras untuk memperbaiki ibu kota.

Pesan Pramono: Bekerja Sungguh-sungguh untuk Legacy Jakarta

Pramono mengingatkan para ASN bahwa mereka memiliki kesempatan langka yang diidamkan banyak pegawai negeri di Indonesia. "ASN DKI Jakarta adalah ASN yang selalu diinginkan, diharapkan, dikejar dari semua ASN yang ada. Saudara-saudara mendapatkan kesempatan itu, saya sungguh berharap saudara-saudara memberikan yang terbaik bagi Jakarta," ujarnya. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk meninggalkan warisan positif bagi kemajuan Jakarta di bidang masing-masing.

"Saya sungguh berharap saudara-saudara bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki, menyempurnakan, meninggalkan legacy bagi kemajuan Jakarta di bidang saudara-saudara bekerja," jelas Pramono di hadapan para pejabat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komposisi Pejabat Fungsional: Guru Mendominasi

Dari 239 pejabat fungsional yang dilantik, terdapat 24 jenis jabatan yang tersebar di 19 perangkat daerah. Jabatan fungsional guru menjadi yang terbanyak dengan jumlah sekitar 150 orang. Hal ini sejalan dengan prioritas Pramono yang menempatkan pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial sebagai fokus utama pemerintahannya.

"Pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial merupakan prioritas dalam pemerintahan yang saya pimpin," tegasnya. Ia memastikan program-program unggulan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan rencana beasiswa LPDP Jakarta akan terus berjalan.

Pendidikan sebagai Kunci Perbaikan Nasib Keluarga

Pramono menyampaikan keyakinannya bahwa pendidikan adalah faktor utama untuk memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga. "Saya termasuk orang yang meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk bisa menjadi lokomotif menghilangkan garis ketidakberuntungan dalam keluarga," ujarnya. Dengan pelantikan ini, ia berharap para pejabat fungsional, terutama guru, dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga