Anggota DPR: Pidato Prabovo soal Dolar Tunjukkan Fundamental Ekonomi RI Kuat
Pidato Prabowo soal Dolar: Fundamental Ekonomi RI Kuat

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad, memberikan tanggapan terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa 'orang desa tidak memakai dolar' di tengah kondisi rupiah yang melemah. Menurut Kamrussamad, pernyataan tersebut justru menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat.

Pidato Prabowo Dinilai Tepat

Dalam keterangannya pada Senin (18/5/2026), Kamrussamad menyatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai rakyat desa yang tidak menggunakan dolar AS merupakan pidato yang sangat tepat di tengah dinamika penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah. Ia menegaskan bahwa Prabowo sengaja ingin menekankan bahwa dolar AS tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia.

"Presiden Prabowo ingin menegaskan bahwa penguatan dolar AS tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian rakyat Indonesia, karena Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat," ujar Kamrussamad.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fundamental Ekonomi yang Kuat

Kamrussamad menjelaskan bahwa Prabowo memperkuat ekonomi Indonesia melalui neraca perdagangan. Untuk memperkuat neraca dagang, produk ekspor Indonesia harus kompetitif dan impor harus dikendalikan. Ia mencatat bahwa selama Prabowo menjabat, neraca bulanan ekspor impor Indonesia terus positif, dengan ekspor selalu lebih besar dari impor.

"Untuk membuat ekspor Indonesia semakin kompetitif, dalam 18 bulan terakhir ini Presiden Prabowo telah memperjuangkan dan menandatangani perjanjian dagang yang menguntungkan eksportir Indonesia dengan Uni Eropa (EU CEPA), Peru, Amerika, Kanada, Eurasia, dan kawasan lainnya," tambahnya.

Swasembada Pangan dan Energi

Selain itu, Kamrussamad menilai bahwa dalam 18 bulan terakhir, Prabowo telah mempercepat swasembada pangan dan energi. "Di era Presiden Prabowo, Indonesia berhasil swasembada beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di era Prabowo, Indonesia akan mencapai swasembada BBM solar melalui program B50 serta PLTS 100 GW, swasembada BBM bensin melalui program elektrifikasi, kilang RDMP, dan eksplorasi sumur baru, serta swasembada gas melalui program DME dan pemanfaatan CNG.

Pernyataan Prabowo Sebelumnya

Sebelumnya, Prabowo berbicara mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah hingga tembus Rp 17.500. Menurutnya, nilai tukar rupiah masih terkendali, mengingat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang masih bisa tersenyum. "Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih, seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (16/5).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga