Jumlah Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun 47,1 Persen Selama Ramadan
Pengungsi Sumatera Turun 47,1 Persen Selama Ramadan

Jumlah Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun 47,1 Persen Selama Ramadan

Jumlah pengungsi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren penurunan signifikan sejak awal Ramadan. Berdasarkan laporan harian Satgas PRR Pascabencana Sumatera, pada awal Ramadan atau 20 Februari 2026, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 12.994 jiwa, terdiri atas 12.144 jiwa di Aceh dan 850 jiwa di Sumut. Sementara itu, Provinsi Sumbar telah nihil pengungsi di tenda.

Penurunan Signifikan dalam Kurun Waktu Singkat

Seiring percepatan penanganan di lapangan, jumlah tersebut terus menurun. Data terbaru pada Kamis, 5 Maret 2026 pagi, menunjukkan jumlah pengungsi tersisa 6.873 jiwa, dengan rincian 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumut. Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, jumlah pengungsi telah berkurang sebanyak 6.121 jiwa atau 47,1 persen dari kondisi awal Ramadan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, sempat menegaskan bahwa percepatan relokasi pengungsi menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Jumat, 27 Februari 2026 lalu.

"Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan," tutur Tito.

Percepatan Pembangunan Hunian Sementara dan Penyaluran Dana

Penurunan jumlah pengungsi di tenda sejalan dengan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak. Berdasarkan data BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum, dari total rencana pembangunan 18.309 unit huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar, hingga 4 Maret 2026 telah selesai dibangun sebanyak 12.279 unit atau mencapai 67 persen.

Selain pembangunan huntara, progres hunian tetap (huntap) juga terus berjalan. Dari total rencana 36.669 unit huntap di tiga provinsi, saat ini sebanyak 1.363 unit dalam tahap progres pembangunan dan 6 unit telah selesai.

Di sisi lain, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah terealisasi 100 persen. Dari total 10.783 penerima di tiga provinsi, seluruhnya telah menerima transfer dana ke rekening masing-masing. Kementerian Sosial juga tengah memproses penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 175.211 jiwa atau 47.686 kepala keluarga di 37 kabupaten/kota pada tiga provinsi terdampak, dengan total anggaran Rp 236,53 miliar.

Prioritas Penanganan Pascabencana

Meski sudah hampir tiga bulan berlalu sejak bencana melanda, pembangunan huntara yang dijanjikan bagi para penyintas belum juga rampung sepenuhnya. Namun, upaya pemerintah terus dioptimalkan untuk memastikan kesejahteraan pengungsi, terutama dalam menyambut Idul Fitri.

Fokus utama saat ini adalah memastikan semua pengungsi dapat meninggalkan tenda dan menempati huntara atau menerima dana bantuan sebelum hari raya. Dengan penurunan jumlah pengungsi yang signifikan, diharapkan target tersebut dapat tercapai tepat waktu.