Pengguna TransJakarta, MRT, LRT Naik 9,7% Capai 230,8 Juta
Pengguna TransJakarta MRT LRT Naik 9,7% Capai 230,8 Juta

Kenaikan Signifikan Pengguna Transportasi Umum Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah pengguna TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 230,8 juta penumpang sepanjang triwulan II tahun ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut dalam acara Jakarta Budget Talks: Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia menekankan bahwa peningkatan ini mencerminkan minat masyarakat yang terus bertambah terhadap transportasi umum.

"Dalam kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan tentang mobilitas penggunaan transportasi umum yang mengalami peningkatan yang sangat, sangat, sangat signifikan," ujar Pramono.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konektivitas Antarmoda Meningkat Pesat

Menurut Pramono, kenaikan jumlah penumpang tidak terlepas dari semakin baiknya konektivitas antarmoda di Jakarta. Saat ini, tingkat konektivitas transportasi umum telah mencapai sekitar 93 persen, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya sekitar 21-22 persen pada awal masa jabatannya bersama Bang Doel.

"Kalau kenaikannya 9,7 persen sudah mendekati angka 27, 28 atau hampir 30 persen. Dulu ketika di awal saya dengan Bang Doel menjabat, konektivitas yang menggunakan baru sekitar 21, 22 persen. Jadi ada peningkatan yang cukup-cukup signifikan," tuturnya.

Target LRT Jakarta Fase 1B: 80 Ribu Penumpang Per Hari

Pramono optimistis jumlah pengguna transportasi umum akan terus bertambah seiring bertambahnya jaringan layanan. Ia berharap LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dapat diresmikan pada Agustus mendatang.

"Mudah-mudahan bulan Agustus ini diresmikan dan itu akan menambah konektivitas yang ada di Jakarta," katanya.

Setelah beroperasi penuh, LRT Jakarta rute tersebut ditargetkan mampu melayani sekitar 80 ribu penumpang per hari. "Saya sangat berharap ketika nanti kita resmikan LRT Jakarta rute dari Pegangsaan atau Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, maka kami menargetkan LRT Jakarta harian mencapai sekitar 80 ribu penumpang. Ya di awal mungkin 50-60 ribu, tapi akan bisa mencapai 80 ribu penumpang," ujarnya.

Dengan peningkatan jumlah pengguna dan perluasan jaringan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat sistem transportasi publik guna mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga