Militer AS Siap Tempur, Trump Masih Pertimbangkan Opsi Serangan ke Iran
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah berada dalam posisi siap tempur dan siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini. Namun, keputusan final untuk menyetujui aksi militer tersebut belum diambil oleh Presiden Donald Trump, menurut laporan dari CNN yang dirilis pada Kamis, 18 Februari 2026.
Peningkatan Kekuatan Udara dan Laut di Timur Tengah
Gedung Putih telah menerima laporan bahwa militer AS berada dalam kondisi siap tempur, menyusul peningkatan signifikan dalam pengerahan kekuatan udara dan laut di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan ini menunjukkan kesiapan operasional yang tinggi, meskipun belum ada perintah resmi untuk memulai serangan.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut, Trump secara pribadi masih mempertimbangkan dua sisi dalam keputusannya. Di satu sisi, ada tekanan untuk mendukung opsi militer sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan dari Iran. Di sisi lain, Trump juga mempertimbangkan risiko dan konsekuensi dari penolakan terhadap aksi militer tersebut.
Pertimbangan Strategis dan Ketidakpastian Keputusan
Meskipun militer AS telah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk dengan meningkatkan kehadiran di kawasan, Trump disebut masih dalam proses evaluasi. Sumber-sumber tersebut mengindikasikan bahwa presiden belum mencapai keputusan final, menciptakan ketidakpastian mengenai apakah serangan akan benar-benar dilancarkan atau tidak.
Laporan ini menyoroti dinamika kompleks dalam pengambilan keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan AS, di mana faktor-faktor strategis, politik, dan keamanan saling berinteraksi. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh para analis dan pemangku kepentingan internasional.