Pemkot Bogor Terapkan WFH Sepekan Sekali untuk Efisiensi BBM Impor
Pemkot Bogor Terapkan WFH Sepekan Sekali Hemat BBM

Pemkot Bogor Siapkan Kebijakan WFH Sepekan Sekali untuk Penghematan BBM

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, tengah mempersiapkan implementasi kebijakan Work From Home bagi aparatur sipil negara sebagai bagian dari strategi efisiensi energi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap arahan pemerintah pusat yang mendorong penghematan, terutama pada sumber energi yang masih bergantung pada bahan bakar minyak impor.

Respons terhadap Arahan Pemerintah Pusat

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan bahwa kebijakan WFH ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat. "Pemerintah Kota Bogor merespons arahan dari pemerintah pusat terkait WFH dalam rangka kita melaksanakan efisiensi, terutama di sumber energi yang masih bergantung kepada BBM impor," jelas Dedie, seperti dilansir Antara pada Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Bogor saat ini sedang melakukan penyesuaian kebijakan dengan mengacu pada Keputusan Wali Kota Nomor 800.1 Tahun 2025 yang telah diterbitkan sebelumnya. Proses ini mencakup pemetaan menyeluruh terhadap organisasi perangkat daerah untuk memastikan penerapan WFH tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Skema Bertahap dan Pemetaan OPD

Penerapan kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penurunan kualitas layanan publik. Dedie menyatakan bahwa pemerintah memerlukan waktu untuk menyempurnakan skema yang tepat sebelum diberlakukan secara penuh. "Kami tentu memerlukan sedikit waktu agar implementasinya tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Pemkot Bogor akan melakukan pemetaan terhadap organisasi perangkat daerah yang memungkinkan untuk menerapkan WFH. OPD yang bersifat administratif dinilai lebih fleksibel dan cocok untuk sistem kerja ini. Sementara itu, unit kerja yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik akan tetap beroperasi di kantor.

  • Unit kerja yang tetap di kantor: kelurahan, kebinamargaan, dan sektor kesehatan.
  • OPD yang fleksibel: unit administratif yang tidak langsung melayani masyarakat.

Fokus pada Efisiensi Energi dan Layanan Publik

Kebijakan WFH ini dirancang khusus untuk mendukung efisiensi energi, dengan target utama mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Dedie menekankan bahwa skema ini disiapkan tanpa mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat. SKPD yang tidak memungkinkan melaksanakan WFH akan tetap bekerja seperti biasa untuk memastikan kontinuitas layanan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam mengoptimalkan penggunaan energi dan mengurangi beban impor BBM. Dengan penerapan bertahap, Pemkot Bogor berharap dapat mencapai keseimbangan antara efisiensi energi dan kualitas layanan yang optimal bagi warga Kota Bogor.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga