Pemkab Bogor Lakukan Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir Babakan Madang
Pemkab Bogor Normalisasi Sungai Cegah Banjir Babakan Madang

Pemkab Bogor Ambil Langkah Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir di Babakan Madang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana melakukan normalisasi sungai dan situ sebagai upaya pencegahan agar banjir di Kecamatan Babakan Madang tidak terulang kembali. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, setelah banjir menerjang sejumlah desa di wilayah tersebut, yang menyebabkan 73 rumah terdampak dengan genangan air hingga kerusakan bangunan di lima RT.

Penyebab Banjir dan Upaya Penanganan Awal

Rudy Susmanto menjelaskan bahwa banjir di Desa Cijayanti, Babakan Madang, terjadi karena air meluap dari sungai saat hujan deras, sehingga masuk ke jalan. "Cijayanti sendiri itu setiap hujan deras air meluap lalu masuk ke jalan. Maka beberapa alat berat milik Dinas PUPR, sudah kita geser ke waduk atau situ," kata Rudy kepada wartawan pada Jumat, 13 Februari 2026.

Meskipun kewenangan normalisasi sungai berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkab Bogor memutuskan untuk mengambil alih tindakan awal demi keselamatan masyarakat. "Walaupun kewenangan ada di BBWS, tapi karena menyangkut keselamatan orang banyak, maka kami Pemkab Bogor mengambil alih apa yang bisa kami lakukan terlebih dahulu," ucapnya.

Normalisasi Sungai dan Perbaikan Drainase

Rudy menekankan bahwa normalisasi sungai dan situ akan dilakukan untuk meminimalisir risiko banjir di masa depan, terutama mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berlanjut di Bogor. "Sehingga kita lakukan normalisasi beberapa sungai dan situ, sehingga pada saat beberapa hari ke depan intensitas hujan masih tinggi, meminimalisir terjadinya banjir kembali," tuturnya.

Selain itu, Pemkab Bogor juga akan memperbaiki drainase yang tersumbat, tidak hanya di Babakan Madang, tetapi juga di wilayah lain. "Termasuk drainase membuka drainase yang tertutup dan tersumbat, tidak hanya di Babakan Madang," tambah Rudy. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir dan melindungi warga dari kerugian lebih lanjut.

Dampak Banjir dan Respons Cepat

Banjir yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan kerusakan signifikan, dengan 73 rumah terdampak di Desa Cijayanti. Dampaknya meliputi genangan air yang merendam properti hingga kerusakan struktural pada bangunan, yang tersebar di lima RT. Respons cepat dari Pemkab Bogor dengan menggeser alat berat ke waduk dan situ menunjukkan komitmen untuk penanganan darurat.

Rudy Susmanto juga menyatakan bahwa pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan infrastruktur untuk mencegah kejadian serupa. "Kami berupaya melakukan penanganan awal untuk mencegah banjir terulang lagi," katanya, menegaskan pentingnya tindakan proaktif dalam menghadapi ancaman bencana alam.