Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar kegiatan orientasi atau pengenalan tata tertib sekolah. Menurut Mu'ti, MPLS merupakan proses adaptasi yang membantu murid baru untuk mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh, termasuk guru, teman, lingkungan fisik, dan budaya belajar.
MPLS sebagai Proses Adaptasi Holistik
"MPLS bukan sekadar kegiatan orientasi atau pengenalan tata tertib sekolah, melainkan proses adaptasi yang membantu para murid mengenal guru, teman, lingkungan, dan budaya belajar," kata Mu'ti dikutip dari akun Instagram resmi Kemendikdasmen, Kamis (2/7/2026). Pernyataan ini menekankan pentingnya MPLS sebagai jembatan bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan ekosistem sekolah yang baru.
Mu'ti menjelaskan bahwa proses adaptasi ini sangat penting untuk mempersiapkan murid agar lebih siap secara intelektual sebelum mengikuti pembelajaran di sekolah. Dengan mengenal lingkungan dan budaya belajar, siswa dapat lebih mudah menyesuaikan diri dan fokus pada proses belajar mengajar.
Manfaat MPLS bagi Kesiapan Intelektual Siswa
Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan bahwa MPLS yang dirancang dengan baik dapat membantu siswa baru mengatasi kecemasan awal dan membangun rasa percaya diri. Interaksi dengan guru dan teman sebaya selama MPLS juga memperkuat keterampilan sosial dan kolaborasi, yang merupakan modal penting dalam pembelajaran.
Dengan demikian, MPLS tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga pedagogis. Kegiatan ini harus dirancang secara kreatif dan menyenangkan, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar. Mu'ti berharap sekolah-sekolah di Indonesia dapat mengimplementasikan MPLS sesuai dengan semangat adaptasi dan pengenalan lingkungan yang positif.



