Seorang pria nekat membakar dirinya sendiri di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (2/7/2026) malam waktu setempat. Pria yang diduga demonstran itu dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.
Kronologi Aksi Nekat
Insiden terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat di trotoar dekat kompleks markas besar PBB, tepatnya di persimpangan East 43rd Street dan First Avenue. Rekaman CCTV menunjukkan pria itu meletakkan sebuah bendera yang terkait dengan pemerintahan Tibet dalam pengasingan sebelum menyiramkan cairan mudah terbakar ke tubuhnya dan membakar diri.
Laporan media lokal dan video yang beredar di media sosial, seperti dilansir Anadolu Agency pada Jumat (3/7/2026), mengonfirmasi detail tersebut. Lembaran kertas yang ditemukan di lokasi kejadian memuat pesan: "China keluar dari Tibet."
Konteks Politik Tibet
China mengambil alih kendali atas Tibet pada tahun 1951 dan menyebutnya sebagai "pembebasan secara damai". Bendera yang dibawa pria tersebut dikaitkan dengan pemberontakan gagal melawan kekuasaan China pada tahun 1959. Setelah pemberontakan itu, parlemen dan pemerintahan Tibet dalam pengasingan dibentuk di Dharamshala, India bagian utara.
Beijing tidak mengakui pemerintahan Tibet dalam pengasingan tersebut, dengan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian dari China sejak abad ke-13. Namun, Dalai Lama berpendapat bahwa Tibet merupakan negara merdeka pada saat Tentara Pembebasan Rakyat China memasuki wilayah tersebut.
Penyelidikan Kepolisian New York
Kepolisian New York telah meluncurkan penyelidikan terhadap insiden bakar diri ini. Identitas pria tersebut belum diungkapkan kepada publik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PBB maupun pemerintah China terkait peristiwa tersebut.



