Wakil Kepala BGN Tegaskan: Mobil Operasional SPPG untuk Distribusi, Bukan Belanja Pasar!
Mobil SPPG Dipakai Belanja? Wakil Kepala BGN Ancam Suspend!

Wakil Kepala BGN Tegaskan: Mobil Operasional SPPG untuk Distribusi, Bukan Belanja Pasar!

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengeluarkan peringatan keras kepada para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menyalahgunakan mobil operasional SPPG untuk keperluan pribadi seperti berbelanja ke pasar. "Kalau masih ada mobil operasional SPPG yang dipakai untuk berbelanja ke pasar, saya suspend!" tegas Naniek dalam Rapat Koordinasi dengan para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi se-Wilayah Solo Raya beberapa waktu lalu.

Fungsi Utama Mobil Operasional SPPG Harus Dipertahankan

Naniek menjelaskan bahwa mobil operasional SPPG memiliki peran krusial dalam mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan Posyandu. "Mobil Operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan Posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apalagi untuk urusan lain," ujarnya. Penyalahgunaan kendaraan ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi mengganggu kebersihan dan higienitas mobil yang sangat penting untuk menjaga kualitas pangan yang didistribusikan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh 933 orang pengelola dapur MBG yang terdiri dari para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi dari Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar. Naniek mengaku sering menerima laporan bahwa mobil operasional SPPG kerap dipakai untuk berbelanja ke pasar, padahal seharusnya digunakan sesuai peruntukannya.

Kepala SPPG Diminta Tegas Menolak Penyalahgunaan

Naniek menekankan bahwa jika mitra atau supplier memaksa untuk menggunakan mobil operasional SPPG untuk berbelanja atau urusan lain yang tidak berkaitan dengan distribusi MBG, maka Kepala SPPG harus mampu menolak dengan tegas. "Saat berbelanja, pihak mitra atau supplier yang harus mengupayakan kendaraan sendiri untuk mengangkut bahan pangan ke SPPG," jelasnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mobil operasional tetap terjaga kebersihannya dan digunakan semata-mata untuk tujuan distribusi pangan bergizi.

Lebih lanjut, Naniek mengingatkan bahwa ketika bahan baku pangan yang dipasok supplier tiba di SPPG pada sore hari, tiga pihak kunci harus melakukan pengecekan menyeluruh:

  • Pengawas Gizi harus mengecek kondisi, kualitas, dan kesegaran bahan pangan, serta memastikan kesesuaiannya dengan menu yang telah dirancang.
  • Pengawas Keuangan wajib memverifikasi apakah harga bahan pangan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi, tidak ada markup, sesuai anggaran, dan mengumpulkan kuitansi pembelian.
  • Asisten Lapangan bertugas menimbang dan mengukur volume bahan pangan yang datang untuk memastikan kesesuaian dengan rencana.

Pengecekan Ketat untuk Jamin Keamanan Pangan

Naniek menegaskan bahwa Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan, dan Asisten Lapangan harus hadir di SPPG dan melakukan pengecekan dengan teliti saat bahan baku pangan tiba. "Kalau anda menemukan bahan baku sudah tidak layak, apalagi busuk, dan harganya dimarkup, jangan terima. Anda harus tegas. Kembalikan kepada supplier, dan minta yang baru," pesannya. Titik penerimaan bahan baku ini dianggap sangat krusial karena jika terjadi kelalaian, dapat berdampak besar pada keamanan pangan di SPPG.

Dalam beberapa kasus keamanan pangan yang dialami sejumlah SPPG, seringkali terpantau kondisi bahan baku pangan yang kurang segar atau tidak baik saat penerimaan. Namun, Asisten Lapangan yang bertugas kadang tidak berani bertindak tegas. Naniek berharap kerja sama yang teliti dan tegas dari ketiga pengelola dapur MBG ini dapat menjaga keamanan pangan di SPPG dengan lebih baik.

Dengan langkah-langkah tegas ini, BGN berupaya memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, mobil operasional digunakan sesuai fungsinya, dan kualitas pangan yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga.