Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan bahwa kesehatan perempuan bukan hanya sekadar isu layanan kesehatan, melainkan faktor penentu kualitas generasi dan kekuatan bangsa di masa depan. Hal ini disampaikan dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan di Jakarta.
Tantangan Kesehatan Perempuan
Berdasarkan masukan publik, tantangan kesehatan perempuan saat ini masih berkaitan dengan pemerataan akses, penguatan literasi, serta pentingnya pendekatan yang lebih mengutamakan pencegahan dan deteksi dini. Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, menyatakan bahwa ketika kesehatan perempuan tidak menjadi prioritas, maka masa depan bangsa yang dipertaruhkan.
Paradigma Baru Kesehatan Perempuan
Rerie menekankan perlunya membangun paradigma baru dalam menghadapi permasalahan kesehatan perempuan dengan lebih mengedepankan upaya layanan kesehatan yang preventif. Langkah ke depan harus diarahkan pada perubahan mendasar, memastikan layanan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta membangun kesadaran sejak dini melalui pendidikan dan lingkungan sosial.
Peran Perempuan sebagai Subjek Pembangunan
Menurut Rerie, perempuan harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Dari sanalah kualitas generasi dibentuk dan ketahanan bangsa ditentukan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk menghadirkan layanan yang terintegrasi dan berdampak nyata.
Rerie menambahkan, dibutuhkan langkah yang konsisten dan terukur agar setiap perempuan Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Di situlah fondasi Indonesia yang kuat dibangun.



