Sidang Korupsi Netanyahu Ditunda Lagi karena Alasan Keamanan
Sidang Korupsi Netanyahu Ditunda Lagi karena Keamanan

Sidang kasus korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mengalami penundaan pada Senin (27/4) waktu setempat. Penundaan ini kembali didasari oleh alasan keamanan, seperti yang dilaporkan oleh harian Israel Yedioth Ahronoth pada Senin (27/4/2026).

Menurut laporan yang dikutip dari Anadolu Agency, penundaan persidangan tersebut diumumkan hanya satu jam sebelum sidang dijadwalkan dimulai. Permintaan penundaan diajukan oleh pengacara Netanyahu, Amit Hadad, dengan alasan keamanan yang tidak disebutkan secara spesifik.

Penundaan akibat Perang dengan Iran

Sidang pada Senin ini merupakan lanjutan setelah jeda panjang akibat konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Pekan sebelumnya, pengadilan Israel juga menunda sidang pidana yang seharusnya menghadirkan Netanyahu sebagai saksi dengan alasan keamanan-diplomatik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pada Minggu (19/4), hakim di pengadilan distrik Yerusalem memutuskan untuk mendengarkan saksi meringankan lainnya, sehingga menunda kembalinya Netanyahu ke kursi saksi.

Kasus Korupsi yang Menjerat Netanyahu

Netanyahu menghadapi tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus yang dikenal sebagai Kasus 1000, Kasus 2000, dan Kasus 4000. Jaksa penuntut Israel mengajukan dakwaan pada November 2019. Kasus 4000 melibatkan tuduhan bahwa Netanyahu menyetujui keputusan regulasi yang menguntungkan Shaul Elovitch, mantan pemilik situs berita Walla, dan mantan pejabat eksekutif perusahaan telekomunikasi Bezeq, sebagai imbalan atas pemberitaan positif.

Selain persidangan korupsi, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan pada November 2024 terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Israel terlibat dalam konflik multi-front dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melawan Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga