Menkeu Purbaya Pilih Sederhana, Batalkan Tradisi Open House Lebaran
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan tidak akan menggelar acara open house dalam perayaan Lebaran tahun 2026 mendatang. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmennya untuk berhemat sekaligus menjalani momen Idul Fitri secara sederhana bersama keluarga inti.
"Enggak boleh katanya open house. Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit," tegas Purbaya saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026). Pernyataan blak-blakan ini langsung menyita perhatian publik yang tengah mempersiapkan hari raya.
Salat Id di Kantor Pajak dan Arahan Presiden yang Menginspirasi
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan rencana konkretnya untuk melaksanakan ibadah salat Idul Fitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. "Saya di pajak, Kantor Pusat Pajak," ujarnya singkat namun penuh makna. Pilihan lokasi ini menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan institusi yang dipimpinnya.
Keputusan Menkeu ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan seluruh jajaran kabinetnya agar tidak menyelenggarakan open house secara berlebihan dan bermewah-mewahan saat momen Lebaran. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan pada Jumat (13/3), Prabowo menekankan pentingnya figur pejabat memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.
"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," pesan Presiden kala itu. Prabowo secara khusus mengungkit kondisi sebagian masyarakat yang masih kesulitan pasca terdampak berbagai bencana. Dia meminta para pejabat tinggi negara dapat menunjukkan empati dan kesederhanaan sebagai contoh nyata bagi rakyat.
Surat Edaran Resmi dan Keseimbangan antara Teladan dan Perekonomian
Meski memberikan arahan untuk kesederhanaan, Prabowo juga menegaskan bahwa instruksinya bukan berarti melarang total penyelenggaraan open house oleh pejabat. Presiden memahami bahwa tradisi silaturahmi ini memiliki dampak positif terhadap perputaran roda perekonomian, terutama di tingkat lokal.
"Saudara kita di daerah bencana dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat tapi kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara, kalau tidak, ekonomi kita juga nggak jalan," jelas Prabowo dengan pertimbangan yang matang. Pernyataan ini menunjukkan pemikiran komprehensif antara kepentingan moral dan ekonomi.
Menindaklanjuti arahan presiden tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait penyelenggaraan kegiatan open house Lebaran 2026 untuk seluruh pejabat negara. Dalam surat tersebut, para pejabat diminta untuk tidak menggelar acara silaturahmi secara berlebihan dan menghambur-hamburkan anggaran.
"Jadi kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halalbihalal," kata Prasetyo kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3). Imbauan resmi ini diharapkan dapat dijadikan pedoman oleh seluruh pejabat dalam menyambut Lebaran.
Keputusan Menkeu Purbaya untuk membatalkan open house Lebaran ini menjadi contoh nyata penerapan arahan presiden. Langkah sederhana namun bermakna ini diharapkan dapat diikuti oleh pejabat lainnya, menciptakan budaya kesederhanaan di kalangan elit pemerintahan sekaligus menjaga momentum perekonomian tetap berjalan dengan wajar.



