Mendikti Saintek Tegaskan Tak Tolerir Mahasiswa Pakai Joki SNBT
Mendikti Saintek Tak Tolerir Mahasiswa Pakai Joki SNBT

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek) Brian Yuliarto memberikan tanggapan tegas terkait isu mahasiswa aktif yang berhasil diterima di perguruan tinggi menggunakan jasa joki. Dugaan ini mencuat setelah Polrestabes Surabaya menangkap 14 tersangka sindikat joki pada awal Mei lalu.

Identifikasi Lebih Lanjut

Brian Yuliarto menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan identifikasi lebih mendalam terhadap dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa praktik kecurangan tidak akan ditoleransi dalam proses seleksi nasional seperti SNBT.

"Nanti itu akan diidentifikasi lebih lanjut, tapi tentu kita tidak mentolerir berbagai kecurangan, karena apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional," ujar Mendikti saintek ditemui usai konferensi pers di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tidak Ada Toleransi

Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga integritas penerimaan mahasiswa baru. Sindikat joki yang berhasil diungkap menunjukkan bahwa praktik curang masih ada, namun pihak berwenang terus berupaya memberantasnya.

Brian Yuliarto juga mengingatkan bahwa kecurangan seperti ini merugikan banyak pihak, termasuk mahasiswa yang berjuang secara jujur. Oleh karena itu, langkah identifikasi dan penindakan akan terus dilakukan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga