Mendagri Tito Karnavian Paparkan Progres Pemulihan 46 Daerah Pasca Bencana Sumatera
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi mengungkapkan perkembangan terkini dalam proses pemulihan di 46 daerah yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Dalam keterangannya, Tito menyatakan bahwa sejumlah daerah masih memerlukan perhatian khusus dan pendampingan intensif dari pemerintah pusat.
Enam Daerah Tidak Mengajukan Bantuan
Pada awalnya, Tito Karnavian mengungkapkan fakta menarik bahwa terdapat enam daerah di Sumatera dan Aceh yang sama sekali tidak mengajukan permintaan bantuan dalam penanganan bencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025. Mendagri memberikan apresiasi khusus kepada keenam daerah tersebut karena kemampuan mereka dalam menangani dampak bencana secara mandiri.
"Yang sama sekali tidak mengajukan bantuan karena merasa itu hanya banjir sebentar dan sudah selesai, mereka atasi sendiri, saya memberikan apresiasi," tegas Tito Karnavian saat memberikan penjelasan di Kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).
Rincian keenam daerah yang tidak mengajukan bantuan tersebut adalah:
- Sumatera Barat: Kabupaten Mentawai, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, dan Kota Bukittinggi
- Sumatera Utara: Kabupaten Asahan
- Aceh: Kabupaten Aceh Besar
Dari total 52 daerah yang terdampak bencana, dengan dikuranginya enam daerah yang tidak memerlukan bantuan, maka fokus pemulihan saat ini tertuju pada 46 daerah yang masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Daerah yang Masih Membutuhkan Perhatian Khusus
Tito Karnavian secara detail memaparkan daerah-daerah yang hingga saat ini masih menjadi prioritas dalam proses pemulihan pasca bencana:
Sumatera Utara
Di Provinsi Sumatera Utara, daerah yang paling memerlukan atensi adalah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Sementara itu, Tapanuli Selatan juga membutuhkan perhatian khusus terkait masalah penghunian dan pengungsian korban bencana.
Sumatera Barat
Untuk wilayah Sumatera Barat, dua daerah yang menjadi fokus utama adalah Agam dan Padang Pariaman. Selain itu, Tanah Datar dan Pesisir Selatan juga masih memerlukan pendampingan meskipun kondisi di daerah tersebut sudah mendekati normal.
Aceh
Provinsi Aceh mencatat delapan daerah yang masih membutuhkan perhatian serius dalam proses pemulihan. Daerah-daerah tersebut meliputi:
- Kabupaten Tamiang (sebagai prioritas utama)
- Kabupaten Aceh Timur
- Kabupaten Aceh Utara
- Kabupaten Bireuen
- Kabupaten Pidie Jaya
- Kabupaten Aceh Tengah
- Kabupaten Bener Meriah
- Kabupaten Gayo Lues
Meskipun demikian, Tito juga mencatat bahwa daerah lain seperti Nagan Raya dan Aceh Tenggara masih memiliki beberapa permasalahan kecil yang perlu diselesaikan secara bertahap.
Kondisi Terkini dan Langkah ke Depan
Berdasarkan data yang diungkapkan Mendagri, dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, sebanyak 16 Kabupaten mengalami dampak bencana yang signifikan. Proses pemulihan di 46 daerah yang menjadi fokus saat ini menunjukkan perkembangan yang beragam, dengan beberapa daerah sudah mendekati kondisi normal sementara daerah lainnya masih memerlukan intervensi lebih lanjut.
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri terus memantau perkembangan di setiap daerah dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Prioritas utama saat ini adalah menyelesaikan masalah penghunian dan pengungsian di daerah-daerah yang paling terdampak, sekaligus mempersiapkan langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.