Ramaikan May Day di Monas, Massa Buruh Pakai Kaos Desain Prabowo
Massa Buruh Ramaikan May Day di Monas Pakai Kaos Desain Prabowo

Jakarta - Ribuan massa dari berbagai organisasi serikat buruh Indonesia memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Mayoritas dari mereka tampak kompak mengenakan kaus bertajuk 'May Day 2026' yang didesain langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Desain Khas Tanpa Logo Serikat

Kaus yang dikenakan kaum buruh menampilkan siluet sejumlah orang berdiri dengan tangan mengepal berwarna biru. Di bagian bawah, terdapat tulisan 'Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami' dengan aksen merah. Selain kaus, massa buruh juga menggunakan payung dengan gambar serupa. Beberapa peserta aksi juga memakai aksesoris organisasi atau atribut tempat kerja sebagai identitas. Ada pula yang mengenakan kaus merah putih bergambar tangan mengepal di depan, dan di bagian belakang terdapat gambar Garuda dengan atribut pekerja sambil membawa palu dan obeng.

Pengakuan Peserta dan Pimpinan Serikat

Salah satu peserta May Day, Ipah Hanifah (40), mengaku mendapatkan kaus tersebut dari panitia. Ia menyebut bahwa kaus itu merupakan pemberian Presiden Prabowo. "Dikasih panitia biar kompakan, iya betul (dari Pak Prabowo)," ujar Ipah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dikonfirmasi terpisah, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban membenarkan bahwa semua kaus yang dikenakan buruh hari ini adalah desain langsung dari Prabowo. "Semua kaos buruh yang tidak ada logo serikat buruhnya adalah desain Pak Presiden," kata Elly. "Yang bertuliskan May Day 2026 tanpa ada logo serikat buruh adalah desain Pak Presiden," tambahnya.

Perhatian Detail Presiden

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menceritakan persiapan perayaan May Day 2026. Menurutnya, Presiden Prabowo menaruh perhatian sangat detail, bahkan sampai mendesain sendiri kaus yang akan digunakan massa buruh. "Sejak awal Maret, Presiden Prabowo menaruh perhatian sangat-sangat luar biasa. Saya dipanggil oleh Presiden, duduk berdua, beliau mendesain khusus kaos May Day. Ini yang harus saya sampaikan ke publik, begitu sayangnya beliau sama buruh," kata Andi Gani saat ditemui wartawan, Senin (27/4).

Andi Gani menceritakan diskusi terkait desain berlangsung beberapa kali. Prabowo, kata dia, bahkan berkali-kali meminta perubahan warna dan memastikan bahan kaus yang digunakan berkualitas tinggi agar para buruh tidak kepanasan saat beraksi di Monas. "Beliau minta yang terbaik, kaosnya jangan yang bikin panas. Seorang Presiden, kepala negara, sejak tiga bulan sebelum May Day sudah berpikir soal buruh jangan kepanasan. Beliau juga minta gambar buruh perempuan ditambah, jangan cuma laki-laki saja," ungkapnya.

Payung Juga Didisain Presiden

Selain kaus, Prabowo juga ikut mendesain payung yang akan dibagikan kepada peserta aksi. "'Nanti buruh kepanasan, Pak Andi. Kasih payung.' Wah, payung, saya desainkan,' Presiden langsung itu. Nah, ini cerita yang harus saya buka ke publik bahwa Presiden itu sudah tidak ada urusan politik. Benar-benar seorang bapak kepada anaknya," ucap Andi.

Andi mengungkapkan, Prabowo tidak ingin buruh kecewa saat mengikuti peringatan May Day. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pengadaan kaus dan payung tersebut tidak menggunakan uang negara. "Beliau sudah meminta kami menyiapkan kaos, meminta menyiapkan payung agar semua buruh bahagia," tuturnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga