Lurah Paya Pasir, Syerly, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik setelah sebuah video yang memperlihatkannya menimpali keluhan warga tentang lampu penerangan jalan umum (LPJU) menjadi viral. Video tersebut merekam momen ketika seorang warga bernama Ulfa tengah menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Syerly tiba-tiba menyela dengan ucapan yang dianggap meremehkan.
Spontanitas karena Kedekatan
Dalam pernyataannya, Syerly menegaskan bahwa tindakannya murni spontan dan tidak ada maksud untuk mengejek. "Saya memohon maaf kepada publik karena itu murni karena spontanitas saya. Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja," ujar Syerly kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan Ulfa sudah terjalin lama, bahkan memiliki ikatan keluarga. "Dan saya sama si Ulfa ini sudah lama mengenal dan kita pun ada juga terkait dengan keluarga. Tiap harinya pun kita sering ketemu sapa. Bahkan waktu Pak Wali datang pun dia pun bertanya sama saya, 'Bu, jam berapa, Bu, Pak Wali datang?', 'Sebentar lagi, ini lagi di jalan', sebelum Pak Wali datang," jelas Syerly.
Keluhan Lampu Jalan Sudah Disampaikan Sejak 2025
Menyinggung mengenai keluhan warga tentang lampu jalan yang mati, Syerly mengaku bahwa pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan sejak tahun lalu, tepatnya pada 2025. Ia menyayangkan insiden ini menjadi viral karena dianggap mencoreng profesionalitasnya sebagai pelayan publik.
Syerly menyadari bahwa sebagai lurah, ia seharusnya lebih berhati-hati dalam bertutur kata, terutama di hadapan wali kota. Namun, ia kembali menekankan bahwa candaan yang dilontarkan tidak dimaksudkan untuk mengecilkan aspirasi warga.
Pemeriksaan oleh Inspektorat Kota Medan
Inspektorat Kota Medan telah memanggil Syerly untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. "Benar saya sudah dipanggil Inspektorat kemarin, tapi terkait detilnya saya rasa itu internal dari pihak inspektorat yang berwenang menjelaskan," tutup Syerly.
Menanggapi viralnya video itu, Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan akan menindak tegas setiap aparatur yang tidak profesional dalam melayani warga. Ia memastikan bahwa Inspektorat akan melakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan.
Dampak Publik dan Pelajaran bagi Birokrasi
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kota Medan tentang pentingnya menjaga etika komunikasi, terutama saat menangani keluhan warga. Publik pun berharap agar kejadian serupa tidak terulang, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya respons cepat pemerintah daerah terhadap infrastruktur dasar seperti penerangan jalan. Keluhan Ulfa tentang LPJU yang mati sejak lama diharapkan segera mendapat tindak lanjut nyata dari Dishub Medan.



