Koperasi Desa Merah Putih Disorot karena Lokasi Terpencil, Menkop Berjanji Cari Solusi
Koperasi Desa Merah Putih Disorot karena Lokasi Terpencil

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Sorotan karena Lokasi Terpencil

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), program unggulan Presiden Prabowo Subianto, tengah menjadi sorotan publik terkait lokasi pembangunannya yang dianggap terpencil. Beberapa bangunan koperasi dilaporkan berada di tepi jurang, dekat kuburan, hingga di lereng gunung, memicu kritik dan parodi di media sosial.

Klarifikasi Pemerintah Desa Sidokaton, Tanggamus

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah KDMP di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Bangunan tersebut disebut berada di lereng Gunung Tanggamus, jauh dari permukiman, dengan akses jalan yang belum memadai. Namun, Kepala Pekon Sidokaton, Indrio Basuki, membantah informasi tersebut. Dalam klarifikasinya pada Selasa (7/7/2026), ia menegaskan bahwa gedung KDMP justru berada di tengah permukiman warga. "Video yang beredar di TikTok yang menyebut bangunan di bawah Gunung Tanggamus itu tidak benar. Gedung Merah Putih berada di tengah-tengah permukiman warga Pekon Sidokaton," ujarnya.

Temuan BPKP di Kendal: Bagian Rencana Jangka Panjang

Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kondisi serupa ditemukan. Koperasi Merah Putih dibangun di lereng Gunung Kendal. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Mabes TNI turun ke lokasi untuk memverifikasi. Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP RI, Setia Pria Husada, menyatakan bahwa pemilihan lokasi itu merupakan bagian dari rencana pengembangan desa jangka panjang. "Setelah melihat kondisi riil, kami menemukan bahwa lokasi ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan kawasan desa yang memiliki orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi yang ada," katanya, dikutip dari Antara pada Senin (8/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Menteri Koperasi: Kritik sebagai Masukan

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menanggapi viralnya parodi lokasi KDMP. Ia menganggap kritik masyarakat sebagai masukan untuk evaluasi. "Ya biasa di era sosial media, mereka sebenarnya maksudnya baik dan mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi. Masukan itu akan kami jadikan pertimbangan," kata Ferry di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026). Ia mengakui jumlah bangunan di lokasi terpencil tidak banyak, namun berjanji mencari solusi. "Tapi harus dilihat juga, yang bangunan itu kan hanya beberapa, tapi karena diviral, kita cari solusinya," jelasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga