Kemensos Targetkan Penyaluran Bansos Adaptif di Sumatra Tuntas Sebelum Lebaran
Kemensos Targetkan Bansos Adaptif di Sumatra Tuntas Sebelum Lebaran

Kemensos Percepat Penyaluran Bansos Adaptif di Sumatra, Targetkan Tuntas Sebelum Lebaran

Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setelah sebelumnya memberikan santunan untuk korban meninggal dan luka berat, Kemensos kini berkolaborasi dengan PT POS Indonesia untuk menyalurkan berbagai bantuan adaptif lainnya.

Rincian Bantuan dan Anggaran yang Dikeluarkan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa proses penyaluran saat ini fokus pada bantuan isian hunian dan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE). Bantuan isian hunian diberikan sebesar Rp3 juta per keluarga, sementara BSSE bernilai Rp5 juta per keluarga. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, usai pertemuan dengan Plt. Direktur Utama PT POS Indonesia, Haris.

Berdasarkan data terverifikasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terdapat 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan isian hunian dan BSSE. Total anggaran yang dibutuhkan untuk kedua bantuan ini melebihi Rp543 miliar. Proses verifikasi data dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ditetapkan oleh Bupati atau Wali Kota, hingga ditandatangani oleh Kapolres dan Kajari sebelum diverifikasi oleh Mendagri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyaluran Jaminan Hidup dan Peran PT POS Indonesia

Selain itu, Kemensos juga menyediakan bantuan jaminan hidup (Jadup) sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Data penerima Jadup yang telah terverifikasi mencapai 248.588 Penerima Manfaat (PM), dengan total anggaran lebih dari Rp335 miliar. Pada tahap awal, PT POS Indonesia telah menyalurkan bantuan isian hunian dan BSSE kepada 38.070 KPM serta Jadup kepada 143.496 PM di tiga provinsi tersebut.

Haris dari PT POS Indonesia mengungkapkan bahwa hingga Kamis, 5 Maret 2026, pihaknya telah berhasil menyalurkan bantuan kepada sekitar 17.000 KPM atau lebih dari 26% dari total target. "Kami targetkan tanggal 15 nanti sudah selesai semuanya. Sehingga kita harapkan sebelum Lebaran, semua saudara-saudara kita sudah menerima haknya," tegas Haris. Proses penyaluran melibatkan sekitar 454 kantor pos di tiga provinsi, dengan metode pembayaran di kantor pos, di komunitas seperti kantor desa, atau diantarkan langsung khusus untuk lansia dan penerima yang sakit.

Komitmen Ketepatan dan Kecepatan Penyaluran

Gus Ipul menekankan pentingnya penyaluran yang cepat, tepat sasaran, prudent, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyediakan data dengan baik untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, serta perwakilan dari PT POS Indonesia dan stakeholder lainnya.

Dengan dukungan infrastruktur kantor pos yang tersebar luas, diharapkan seluruh penerima bantuan dapat menikmati hak mereka tepat waktu, terutama dalam menyambut Idul Fitri 2026. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terdampak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga