Hunian Tetap Korban Bencana Sumut Segera Diresmikan Pekan Ini
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi bahwa hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana di provinsi tersebut akan segera diresmikan dalam pekan ini. Pembangunan huntap ini didukung penuh oleh organisasi kemanusiaan Buddha Tzu Chi, yang telah memberikan bantuan signifikan untuk pemulihan pascabencana.
Peresmian oleh Mendagri Tito Karnavian
Bobby Nasution menyatakan bahwa acara peresmian huntap akan dipimpin oleh Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Peresmian ini rencananya akan dilaksanakan di Tapanuli Selatan, menandai langkah maju dalam upaya penanganan dampak bencana.
"Insyaallah, minggu ini huntap dari Buddha Tzu Chi akan diresmikan oleh Pak Menteri Dalam Negeri," ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Rabu (11/3/2026) malam.
Kemajuan Pembangunan Hunian Sementara
Selain huntap, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk menampung korban bencana. Bobby mengungkapkan bahwa sebagian huntara sudah ditempati oleh warga terdampak, dengan lebih dari 3.000 unit telah disiapkan.
"Ada lebih dari 5.000 unit yang tercatat, termasuk yang menerima dana tunggu hunian. Pendataan sudah selesai dan tinggal didistribusikan," jelasnya. Skema bantuan ini dirancang untuk memastikan bahwa warga yang sudah menempati huntara tidak lagi mendapatkan dana tunggu hunian, guna menghindari duplikasi bantuan.
Perbaikan Infrastruktur dan Rencana Induk
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana masih dalam tahap darurat. Pemerintah menunggu finalisasi Rencana Induk (Renduk) rehabilitasi dan rekonstruksi, yang ditargetkan selesai pada 31 Maret 2026. Setelah Renduk final ditetapkan, pekerjaan fisik di lapangan akan segera dimulai secara menyeluruh.
"Deadline dari Kemenko dan Bappenas adalah 31 Maret. Setelah itu, alokasi dana dari APBD dan pemerintah pusat akan digunakan untuk penanggulangan bencana," papar Bobby. Dia menekankan bahwa berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait, akan terlibat dalam proses perbaikan ini.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pemulihan dan memberikan kepastian bagi korban bencana di Sumatera Utara.
