Hasil Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2025 akan diumumkan pada akhir tahun 2026 mendatang. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti dalam acara peluncuran Aktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (6/7/2026) malam.
Pengumuman PISA 2025 Mundur
“Tahun 2025 sudah ada PISA, tapi datanya belum keluar, akan dirilisnya di akhir tahun 2026 ini,” kata Suharti. Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun pelaksanaan PISA 2025 telah berlangsung, publikasi hasilnya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk proses analisis dan verifikasi data oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Literasi dan Numerasi Indonesia Masih Tertinggal
Suharti juga mengungkapkan data terakhir dari PISA 2022 yang menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih di bawah negara-negara ASEAN. Perbandingan dengan negara-negara OECD juga menunjukkan ketertinggalan yang signifikan. “Kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih di bawah negara-negara ASEAN apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara OECD,” ujarnya.
Data PISA 2022 sebelumnya menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dalam hal literasi membaca, matematika, dan sains. Skor rata-rata siswa Indonesia untuk literasi membaca adalah 359, sementara rata-rata OECD adalah 487. Untuk matematika, skor Indonesia 366, jauh di bawah rata-rata OECD 489. Sementara sains, skor Indonesia 383, sedangkan rata-rata OECD 501.
Kemendikdasmen menargetkan peningkatan signifikan pada hasil PISA 2025 sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan nasional. Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu yang diluncurkan merupakan salah satu strategi untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran di seluruh daerah.
Upaya Perbaikan Pendidikan
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan, termasuk kepala dinas pendidikan provinsi, perwakilan sekolah, dan organisasi masyarakat sipil. Suharti menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan pendidikan bermutu,” tambah Suharti. Gerakan ini diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan kompetensi literasi dan numerasi siswa, yang menjadi fokus utama dalam kurikulum merdeka.
Dengan pengumuman hasil PISA 2025 pada akhir 2026, pemerintah memiliki waktu untuk mengevaluasi dan memperkuat program-program yang telah berjalan. Masyarakat pun diharapkan dapat memantau perkembangan dan memberikan dukungan bagi upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.



