Gus Ipul Pacu Transformasi Budaya Kerja Kemensos Lewat Kebersamaan dan Efisiensi
Gus Ipul Pacu Transformasi Budaya Kerja Kemensos

Gus Ipul Pacu Transformasi Budaya Kerja Kemensos Lewat Kebersamaan dan Efisiensi

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) secara aktif membangun budaya kerja baru yang lebih efektif dan adaptif melalui serangkaian kegiatan team building. Inisiatif ini diwujudkan dalam acara Doa Bersama dan Sosialisasi Transformasi Budaya Kerja di Lingkungan Kemensos, yang diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta. Acara tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang kebersamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mendorong perubahan paradigma dalam bekerja, dengan fokus pada dampak positif bagi masyarakat.

Membangun Solidaritas Melalui Kebersamaan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa kegiatan ini membuka sisi humanis para pegawai yang sering kali tersembunyi dalam suasana formal kantor. "Dengan acara ini kita melihat hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita temukan di ruangan kantor. Para direktur terlihat apa adanya," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa suasana yang cair dan penuh kebersamaan, meskipun diwarnai ketidaksempurnaan, justru menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas tim. "Bahwa banyak ketidaksempurnaan di tengah-tengah kita, tapi kita bisa saling menguatkan. Itu catatan kita," tegasnya.

Gus Ipul juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagai kunci untuk menghadapi tantangan organisasi di masa depan. "Kalau kita punya (rasa) kebersamaan, tidak ada yang bisa kita tidak atasi secara bersama-sama. Itulah kekuatan kita, gotong-royong itu adalah kekuatan kita," imbuhnya. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mencapai berbagai target secara kolektif, memperkuat kolaborasi antarunit, dan meningkatkan produktivitas keseluruhan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Meriahnya Acara dengan Penampilan Kreatif

Kegiatan diawali dengan penampilan baris-berbaris yang tertib dan energik dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi dan SRMA 10 Jakarta. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan paduan suara Kemensos 'Suarasa', yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama. Acara dilanjutkan dengan lomba kreativitas antar unit kerja Eselon I, di mana setiap unit menampilkan konsep unik dengan beragam kostum, mulai dari nuansa kerajaan hingga batik ciprat, menciptakan atmosfer meriah penuh canda tawa.

Penampilan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemensos menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Dengan mengusung tema khas Mesir era klasik, mereka berhasil menghidupkan suasana dengan mengajak seluruh peserta bernyanyi dan menari bersama, memperlihatkan dinamika tim yang solid dan inovatif.

Transformasi Konsep Hemat Menjadi Efisiensi Berdampak

Sebagai bagian integral dari transformasi budaya kerja, Kemensos juga mendorong perubahan cara pandang terhadap konsep hemat. Hemat tidak lagi dimaknai sebagai pembatasan semata, melainkan sebagai bekerja lebih tepat, efisien, dan berdampak. Melalui 'Gerakan Hemat Energi', pemanfaatan waktu, tenaga, dan sumber daya dioptimalkan untuk menghasilkan kinerja yang lebih maksimal.

Implementasi konkret dari pendekatan ini meliputi:

  • Penerapan kerja dari rumah setiap hari Jumat untuk mengurangi mobilitas dan meningkatkan fleksibilitas.
  • Penggunaan kendaraan dinas secara bersama-sama untuk efisiensi bahan bakar dan biaya.
  • Pengutamaan transportasi publik dalam perjalanan dinas.
  • Pemakaian air, listrik, dan kertas secara bijak untuk mengurangi limbah.
  • Pemanfaatan teknologi digital yang terus diperkuat untuk mendukung proses kerja yang lebih efektif.

Dengan pendekatan ini, hemat bukan berarti mengurangi kerja, tetapi menghilangkan hal-hal yang tidak perlu agar pelayanan kepada masyarakat lebih fokus dan optimal. Upaya ini menegaskan langkah Kemensos dalam membangun budaya kerja yang efisien, efektif, dan responsif, dengan slogan "Kemensos Hemat, Layanan Hebat".

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Dukungan dari Pimpinan Tinggi Kemensos

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemensos, menunjukkan komitmen kolektif dalam mendukung transformasi budaya kerja. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, serta pejabat tinggi madya Kemensos lainnya. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa perubahan ini didukung dari level tertinggi organisasi, menciptakan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam melayani masyarakat dengan lebih baik.