Gubernur Kaltim Jelaskan Detail Renovasi Rumah Dinas Senilai Rp 25 Miliar
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud akhirnya buka suara terkait isu renovasi rumah dinasnya yang menelan anggaran hingga Rp 25 miliar. Dalam pernyataannya, Rudy menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk rumah dinas gubernur, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Anggaran untuk Fasilitas Lebih Luas
Rudy menjelaskan bahwa rumah dinas sebenarnya sudah disiapkan oleh pemerintah daerah, dan dirinya tidak pernah memintanya secara khusus. "Rumah dinasnya sudah ada. Itu (renovasi) Rp 25 miliar, saya nggak lihat juga ya, karena di situ ada tim TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), yang melaksanakan kegiatan-kegiatan itu yang menganggarkan. Itu rumah dinasnya bukan hanya Gubernur, tapi juga Wakil Gubernur," ujarnya usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan bahwa kompleks rumah dinas tersebut juga dilengkapi dengan pendopo dan guest house. "Jadi intinya kalau Rp 25 miliar itu tidak hanya untuk rumah Gubernur saja, tapi juga Wakil Gubernur dan pendopo-pendopo yang ada di situ karena ada guest house-nya," jelasnya. Fasilitas ini termasuk ruang pertemuan besar seperti Odah Etam yang mampu menampung lebih dari seribu orang dan Olah Bebaya dengan kapasitas lebih dari 500 orang.
Alasan Renovasi dan Kondisi Sebelumnya
Gubernur Rudy Mas'ud mengaku bahwa rumah dinas gubernur sebelumnya sudah cukup lama tidak digunakan, sehingga diperlukan pembenahan agar kembali layak huni. "Kalau sebelum-sebelumnya nggak pernah ditempati, artinya bisa menginap di hotel, bisa di mana. Kalau saya nggak, saya di rumah dinas saja biar lebih efektif, efisien, dan lebih produktivitasnya lebih baik lah," ungkapnya.
Dia memastikan bahwa proses renovasi saat ini telah selesai dan rumah dinas sudah ditempati. "Sudah selesai, sudah kita tempati. Rumah dinasnya kita benahin ya. Mulai banyak sekali yang tidak ada ya, mulai dari elektroniknya tidak ada, toiletnya banyak yang harus dibenahi, lampu-lampunya dan sebagainya, termasuk televisi-televisinya, sofa-sofanya," tuturnya. Renovasi ini dianggap penting untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dengan penjelasan ini, Rudy berharap publik dapat memahami bahwa anggaran Rp 25 miliar digunakan untuk kepentingan yang lebih luas, bukan sekadar perbaikan rumah pribadi gubernur. Isu ini muncul di tengah sorotan terhadap pengeluaran pemerintah daerah, terutama setelah sebelumnya ada kontroversi terkait mobil dinas gubernur yang mencapai Rp 8 miliar.



