DPR RI Terapkan Efisiensi Ketat: Snack Rapat Eselon 1 Ditiadakan, Lift Dibatasi 70%
DPR Efisiensi: Snack Rapat Ditiadakan, Lift Dibatasi 70%

DPR RI Terapkan Langkah Efisiensi Ketat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sekretariat Jenderal DPR RI resmi menerapkan kebijakan efisiensi menyeluruh sebagai respons terhadap kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, dipicu oleh konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kebijakan ini mencakup penghematan anggaran dengan meniadakan jamuan makanan ringan dalam rapat internal yang dipimpin oleh eselon 1.

Indra, perwakilan Setjen DPR, menjelaskan bahwa sebelumnya, rapat-rapat yang dipimpin eselon 1 selalu menyediakan snack, bahkan hingga makan siang berupa nasi boks jika rapat berlangsung hingga pukul 13.00. "Ya selama ini kan kalau rapat-rapat itu disediakan snack. Nanti kalau rapatnya panjang sampai jam 13.00, disiapin lagi apa nasi boks atau apa gitu ya, kita sebutlah makan besar gitu ya. Sebenarnya sih bukan makan besar ya, snack sama makan siang gitu," ujarnya pada Minggu (29/3/2026).

Rapat di Unit Biro Tanpa Camilan, Konsep Efisiensi Berlaku Satu Tahun

Indra menegaskan bahwa rapat di unit biro atau bagian kini tidak diperbolehkan menyajikan jamuan camilan. Kebijakan ini sebenarnya pernah diterapkan selama masa pandemi Covid-19. "Itupun rapatnya kalau dipimpin oleh eselon 1 gitu ya ini ya. Jadi kalau dipimpin eselon 1 itu tidak diperbolehkan, dulu pernah kita terapin waktu apa di Covid apa ya? Jadi, kalau nanti rapat-rapat apa di lingkungan unit biro atau bagian, nah itu nggak boleh ada jamuan ini," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konsep efisiensi ini direncanakan berlangsung hingga satu tahun anggaran ke depan, dengan pengurangan penggunaan listrik, termasuk lampu dan AC, yang akan dimatikan pukul 18.00 WIB. "Itu sudah sampai Desember konsepnya. Maksud saya sampai dengan satu tahun anggaran ke depan sikap kita harus sudah dengan sikap efisiensi ke depan. Sudah nggak bisa lagi sekedar karena ada krisis atau ada pembatasan pemerintah sedang meminta kepedulian, saya kira bukan itu lagi sekarang," tegas Indra.

Penggunaan Lift Dibatasi Maksimal 70%, Listrik Dikurangi di Lobi Gedung

Selain itu, DPR RI juga membatasi penggunaan lift hingga maksimal 70%. Indra menyebutkan bahwa selama ini, 10 lift di gedung DPR selalu dalam keadaan siaga, namun ke depan hanya 70% yang akan dioperasikan. "Dan lift itu, lift itu juga selama ini standby itu ada 10 lift, 10 standby, nggak nanti kita tiap hari kita nyalain maksimum cuma 70% lift yang bekerja," jelasnya.

Penghematan energi juga diterapkan pada pencahayaan di lobi gedung Nusantara DPR, yang sebelumnya sering menyala hingga malam hari. "Itu kan jam 18.00 selama ini kan ruang-ruang misalnya di lobi Nusantara IV, lobi Nusantara III, lobi Nusantara II itu kan lampu tuh satu koridor seluruhnya nyala gitu ya untuk prepare. Nanti nggak," kata Indra. Lampu hanya akan dinyalakan secara sektoral di ruang rapat dan lobi sekitarnya, sementara gedung lainnya akan dimatikan.

Surat Pemberitahuan Resmi: ASN Diimbau Gunakan Transportasi Umum

Berdasarkan surat pemberitahuan dari Setjen DPR kepada pejabat pimpinan tinggi madya hingga pelaksana, efisiensi mencakup:

  • Pembatasan penggunaan listrik hingga pukul 18.00 WIB.
  • Operasional AC dan lift hanya dari pukul 07.00 hingga 18.00.
  • Jam operasional sarana olahraga yang menggunakan listrik maksimal hingga pukul 18.00.

Surat tersebut juga menegaskan bahwa rapat internal eselon 1 hanya menyediakan jamuan makan besar, tanpa snack, dan rapat daring tidak mendapatkan jamuan sama sekali. "Rapat yang bersifat internal di masing-masing eselon 1 hanya menyediakan jamuan rapat berupa makan besar. Rapat yang dilaksanakan secara daring (online) tidak dapat diberikan jamuan rapat," tulis surat itu.

Selain itu, pegawai ASN di DPR diimbau untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. "Pegawai diimbau agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum," imbuh surat tersebut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan penghematan anggaran di tengah tantangan ekonomi global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga