BKD Sidoarjo Luncurkan Program BKD Sambang untuk Dekatkan Layanan ke ASN
BKD Sidoarjo Luncurkan BKD Sambang Dekatkan Layanan ke ASN

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Di bawah kepemimpinan Bupati Sidoarjo Subandi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo menghadirkan inovasi bernama BKD Sambang (Safari Manajemen, Bimbingan, dan Layanan Langsung). Program ini bertujuan mendekatkan layanan kepegawaian langsung kepada ASN di berbagai wilayah tanpa harus datang ke kantor BKD.

Program Jemput Bola untuk ASN

Program jemput bola tersebut memungkinkan ASN mengakses layanan administrasi kepegawaian, konsultasi, hingga konseling secara langsung di lokasi mereka bertugas. Sekretaris BKD Sidoarjo Ronny Yulianowarso mengatakan bahwa BKD Sambang merupakan inovasi yang dibuat untuk mempermudah ASN mendapatkan layanan sekaligus efisiensi waktu dalam mengurus administrasi kepegawaian.

“BKD Sambang ini adalah sebuah kegiatan inovasi dari teman-teman BKD yang tujuannya adalah mendekatkan layanan kepada masyarakat ASN. Bahkan administrasinya kita tuntaskan di lapangan,” kata Ronny, Senin (8/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sasaran Lokasi: Satuan Pendidikan

Salah satu sasaran lokasi pelaksanaan program ini adalah satuan pendidikan. Menurut Ronny, banyak guru yang kesulitan meninggalkan tugas mengajar saat harus mengurus kebutuhan administrasi kepegawaian. “Kami tidak ingin teman-teman di satuan pendidikan itu kerepotan sehingga kami berada di lapangan supaya mereka bisa mendapatkan layanan itu,” ujarnya.

Layanan Administrasi dan Sosialisasi Regulasi

Dalam pelaksanaannya, BKD Sambang tidak hanya membuka layanan administrasi dan pengurusan dokumen kepegawaian. BKD juga memanfaatkan kegiatan itu untuk menyosialisasikan regulasi terbaru kepada ASN. “Jadi sebelum open table layanan, kita ada sesi materi, biasanya kita sampaikan kebijakan-kebijakan atau regulasi yang baru supaya teman-teman ASN update dengan ketentuan-ketentuan,” jelasnya.

Selain itu, ASN juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi karier yang disediakan BKD. Layanan tersebut membantu ASN merencanakan pengembangan kompetensi dan jenjang karier sesuai kebutuhan organisasi maupun minat pegawai.

Dorongan Perubahan Pola Kerja Adaptif

BKD juga terus mendorong perubahan pola kerja ASN agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan warga. Termasuk dengan pelayanan yang saat ini bisa diakses secara online. Sejak Januari 2026, BKD Sambang telah menyambangi sejumlah sekolah, kantor kecamatan, hingga puskesmas di berbagai wilayah Sidoarjo. Kegiatan tersebut digelar di SMPN 1 Sukodono, SMPN 2 Gedangan, SMPN 2 Tarik, SMPN 1 Krian, SMPN 2 Sukodono, SMPN 3 Waru, SMPN 1 Wonoayu, SMPN 2 Balongbendo, Kecamatan Porong, Kecamatan Krian, Kecamatan Sidoarjo, Kecamatan Taman, serta sejumlah puskesmas.

Tugas dan Jumlah ASN

Beberapa tugas BKD Sidoarjo antara lain mengelola administrasi kepegawaian mulai dari proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, pembinaan karier, hingga masa pensiun ASN. Saat ini, jumlah ASN di lingkungan Pemkab Sidoarjo mencapai 16.721 orang, sebagian besar berasal dari sektor pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan BKD terus mengembangkan layanan yang lebih mudah dijangkau agar pembinaan dan pelayanan kepegawaian dapat berjalan lebih efektif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga