Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan arahan tegas kepada ribuan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring dari Kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat, Gus Ipul menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan dampak nyata dalam setiap tugas yang dijalankan.
Rapat Koordinasi Daring dengan Ribuan Pendamping PKH
Rapat tersebut dihadiri oleh lebih dari 6.000 Ketua Tim Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Provinsi PKH dari seluruh Indonesia. Gus Ipul didampingi oleh Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan, Faisal, serta Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan. Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menegaskan bahwa status pendamping PKH sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga dengan kinerja yang baik dan penuh tanggung jawab.
Pesan Penting dari Gus Ipul
"Luar biasa kehormatan negara terhadap kita. Luar biasa kepercayaan Presiden kepada kita. Untuk itu tidak ada pilihan lain, ini harus kita balas dengan kerja yang benar, kerja yang baik, kerja yang terukur, kerja yang profesional," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/4/2026). Ia juga mengapresiasi para pendamping yang telah bekerja mendampingi keluarga penerima manfaat (KPM), namun mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan tidak akan ditoleransi.
Sepanjang tahun 2026, tercatat puluhan kasus pelanggaran pendamping PKH dalam berbagai kategori disiplin, mulai dari teguran hingga proses pemberhentian. Hal ini menjadi alarm penting bagi seluruh pendamping untuk menjaga disiplin dan integritas. Gus Ipul menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran aturan.
Tiga Mandat Utama Presiden
Dalam arahannya, Gus Ipul kembali menegaskan tiga mandat utama Presiden kepada Kementerian Sosial, yaitu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa pendamping PKH memiliki peran kunci dalam memastikan ketiga mandat tersebut berjalan di lapangan.
"Pendamping PKH adalah penentu keberhasilan program prioritas Presiden. Pendamping PKH adalah wajah negara di hadapan rakyatnya," katanya. Gus Ipul juga mengingatkan bahwa penanganan kemiskinan tidak hanya sebatas penyaluran bantuan sosial, tetapi harus mendorong perubahan kondisi keluarga secara bertahap, mulai dari mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, hingga memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Pendekatan Pemberdayaan 3A
Gus Ipul menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan berupa 3A, yaitu Ability (kemampuan), Asset (aset), dan Accessibility (aksesibilitas). Pendamping diminta tidak hanya menjalankan pertemuan rutin, tetapi juga aktif mengarahkan KPM untuk mengikuti pelatihan, mengakses peluang usaha, serta meningkatkan kapasitas diri mereka.
Delapan Arahan Tegas untuk Pendamping PKH
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan delapan arahan tegas yang harus menjadi pegangan para pendamping PKH:
- Memegang integritas tanpa kompromi
- Memastikan DTSEN akurat dan jujur
- Mewujudkan bansos tepat sasaran
- Menjaga proses penjangkauan Sekolah Rakyat tetap bersih
- Mendorong graduasi KPM
- Hadir lebih awal di tengah masyarakat
- Bekerja secara profesional
- Memastikan setiap kerja berdampak nyata
"Ukur keberhasilan bukan dari laporan, tapi dari perubahan hidup rakyat," tegasnya. Di akhir arahannya, Gus Ipul mengajak seluruh pendamping PKH untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. "Beragam latar, satu barisan," serunya, yang disambut serempak oleh para pendamping PKH dari seluruh Indonesia.



