Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan perkembangan terbaru program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7). Sebanyak 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah memiliki badan hukum. Dari jumlah tersebut, 15.845 unit bangunan fisik telah rampung dibangun 100 persen.
Rincian Capaian Pembangunan Kopdes Merah Putih
Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sebanyak 83.000 badan hukum akta koperasi telah selesai. "Sudah 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai. Kemudian, yang 100% bangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845," ujar Ferry. Selain itu, 19.539 Kopdes Merah Putih lainnya sedang dalam proses pembangunan. Total 35.000 Kopdes Merah Putih ditargetkan rampung bersamaan dengan pelatihan manajer pada awal Agustus mendatang.
Presiden Diharapkan Resmikan Operasionalisasi Kopdes
Ferry menambahkan bahwa pelatihan manajer koperasi desa direncanakan selesai pada minggu pertama Agustus. "Insyaallah bersamaan dengan selesainya pelatihan dan pendidikan bagi manajer koperasi desa yang direncanakan awal di minggu pertama bulan Agustus, mereka akan kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya," jelasnya. "Nanti atas perkenan Bapak, kami juga ingin supaya Bapak Presiden meresmikan operasionalisasi dari Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih nanti insyaallah di bulan Agustus," imbuhnya.
Koperasi Bangkit Kembali di Bawah Kepemimpinan Prabowo
Menurut Ferry, realisasi ini tak lepas dari upaya banyak pihak mengejar ketertinggalan badan usaha koperasi. "Kemudian, alhamdulillah tadi disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, sekarang secara bertahap oleh Bapak Presiden, ketinggalannya badan usaha koperasi dibandingkan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara, di bawah kepemimpinan Bapak telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN," ungkap Ferry.
Langkah Ideologis Mereaktivasi Ekonomi Desa
Ferry menilai langkah ini sebagai penerjemahan gagasan besar Presiden dalam menghidupkan denyut nadi ekonomi masyarakat di tingkat terbawah melalui pemerataan sirkulasi modal. "Dan berbagai langkah cita-cita besar Bapak sebagai pemikiran ideologis, dan kami menerjemahkannya sebagai langkah-langkah ideologis. Mereaktivasi perekonomian desa dengan mendirikan Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih di setiap desa dan kelurahan, dan insyaallah nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang di desa dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa," sambungnya.
Koperasi Kini Kelola Sumber Daya Alam
Ferry juga menyebut sesuai arahan Presiden, koperasi kini memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya alam. "Kemudian memperbolehkan koperasi sekarang untuk masuk ke berbagai sektor. Mengelola sumur minyak rakyat atau sumur idle well. Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral. Kami juga sekarang sudah mengelola dan mendirikan pabrik CPO. Bulan Agustus, kami akan meresmikan pabrik CPO di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Itu Koperasi Unit Desa Sejahtera," terangnya. "Kemudian bulan Agustus juga, kami dengan izin dan perkenan Bapak, ingin meresmikan pembangkit listrik tenaga surya skala setengah sampai dengan 1 mega di Sembulang Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau," jelas Ferry.
Presiden Prabowo: Koperasi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan penguatan koperasi tidak berarti melemahkan sektor ekonomi lain. Indonesia membutuhkan seluruh elemen ekonomi tumbuh bersama dalam semangat Indonesia Incorporated. "Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," tegas Prabowo. Ia mengingatkan bahwa selama 30 tahun terakhir, ekonomi Indonesia terlalu dikuasai paham neoliberal yang bertentangan dengan UUD 1945. Kini pemerintah berkomitmen mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke jalur yang dirancang para pendiri bangsa. "Kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi, itu yang saya maksud Indonesia Incorporated," kata Prabowo.
Klub Sepak Bola Eropa Dikelola Koperasi
Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menegaskan stigma koperasi sebagai sistem ekonomi kuno sudah saatnya dipatahkan. Ia mencontohkan klub sepak bola besar Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen, serta Rabobank di Belanda, dikelola dengan sistem koperasi. "Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi Indonesia mendapat perhatian dan menjadi program prioritas ekonomi masyarakat. Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi momentum bangkitnya gerakan koperasi di Indonesia kita," ujar Bambang. Ia menegaskan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap gerakan koperasi bukan sekadar slogan. "Keberpihakan Bapak Presiden kepada gerakan koperasi bukan hanya slogan semata, itu terbukti nyata dengan dibentuknya Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih," tegasnya.
Harkopnas ke-79 Dihadiri Ribuan Insan Koperasi
Peringatan Harkopnas ke-79 turut dihadiri Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para gubernur, bupati, wali kota, serta ribuan insan koperasi dari seluruh Indonesia. Hadir pula perwakilan keluarga Bung Hatta selaku Bapak Koperasi Indonesia.



