4 Poin Ijtima Ulama PKB: Stigma Pesantren hingga SDM
4 Poin Ijtima Ulama PKB: Stigma Pesantren hingga SDM

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Ijtima Ulama Indonesia menjelang puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28. Acara yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026) ini menghasilkan empat poin utama yang menjadi sorotan.

Empat Isu Strategis

Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Saifullah Ma'shum mengungkapkan empat isu strategis yang dibahas dalam forum tersebut. "Ada empat isu utama dan strategis yang kami bahas tadi. Pertama, soal dinamika kehidupan berbangsa, bernegara, dan kemasyarakatan," ujarnya usai acara.

Poin pertama menyoroti kondisi pesantren yang belakangan kerap mendapat stigma buruk dari masyarakat. Selain itu, alokasi anggaran pendidikan untuk pesantren dinilai jauh lebih minim dibandingkan sekolah umum. "(Dana) yang untuk pendidikan itu tidak semuanya dan tidak adil untuk agama dan pesantren. Sebagian besar untuk pendidikan umum di bawah Kementerian Dikbud, Diknas, Kemendikdasmen. Untuk Kementerian Agama itu sangat minim sekali," sebut Saifullah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Poin kedua menyangkut dukungan hasil Ijtima Ulama terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai telah sesuai konstitusi untuk memberdayakan masyarakat. Namun, kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia masih menjadi tantangan utama.

"Pada penerapannya itu masih ada persoalan terutama di tata kelola atau persiapan ataupun kesiapan SDM yang belum disiapkan dengan sesungguhnya sehingga di sana sini terjadi deviasi, terjadi distorsi maupun ketidaksesuaian dengan yang direncanakan oleh bapak presiden," sebut Saifullah.

Ia menambahkan, "Oleh karena itu Ijtima menyampaikan bahwa harus dievaluasi, harus menerima dilakukan kontrol setiap saat, karena ini program besar, program yang mengalokasikan anggaran besar dan punya efek sosial ekonomi yang sangat besar karena itu harus dibuka ruang sebesar-besarnya untuk partisipasi publik, evaluasi, monitoring dan pengawasan."

Wadah Majelis Silaturahmi Ulama Rakyat

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq menyebut adanya wadah bernama Majelis Silaturahmi Ulama Rakyat (Masura) yang digagas oleh PKB. Masura difungsikan sebagai wadah bagi para pemuka agama untuk menyampaikan beragam persoalan.

"Jadi kiai-kiai kampung nanti dia boleh cerita apapun yang terjadi lalu apa yang dilakukan oleh PKB, apa kendalanya dan lain sebagainya termasuk keputusan Ijtima ini," ucap Maman.

Ijtima Ulama PKB ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan tata kelola bangsa, khususnya di bidang pendidikan pesantren dan pengembangan SDM yang lebih merata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga