Universitas California, Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat baru saja merilis daftar 25 lokasi di sektor pengelolaan limbah yang menjadi penghasil emisi metana terbesar di dunia pada tahun 2025. Daftar ini didasarkan pada data emisi metana publik milik Carbon Mapper yang memanfaatkan dua instrumen berbasis luar angkasa, yaitu satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT milik NASA yang dipasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Metode Pengumpulan Data
Data dari instrumen-instrumen tersebut dianalisis secara mendalam oleh Carbon Mapper dan kemudian dipublikasikan melalui portal data mereka. UCLA kemudian menyusun daftar penghasil emisi ekstrem dengan mengidentifikasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang memiliki tingkat emisi tertinggi yang terdeteksi selama periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025.
Dampak Temuan
Temuan ini memberikan gambaran jelas tentang kontribusi sektor pengelolaan limbah terhadap perubahan iklim. Emisi metana dari TPA menjadi perhatian serius karena gas ini memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida. Dengan adanya pemantauan berbasis satelit, diharapkan langkah-langkah mitigasi dapat segera diambil oleh pihak terkait.
Daftar ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah dan organisasi lingkungan untuk memprioritaskan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. UCLA menekankan pentingnya transparansi data untuk mendorong aksi global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.



