Said Iqbal Puji Pengesahan RUU PPRT, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo dan Dasco
Said Iqbal Puji RUU PPRT, Terima Kasih Prabowo dan Dasco

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad atas pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Dalam pernyataannya, Said Iqbal mengucapkan terima kasih karena undang-undang yang telah diperjuangkan selama 22 tahun akhirnya disahkan.

Ucapan Terima Kasih di Peringatan Hari Buruh

"Izinkan pertama-tama tentu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan juga pimpinan DPR, wabilkhusus Pak Sufmi Dasco yang telah mengesahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga," ujar Said Iqbal saat menghadiri peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Ia menambahkan, "22 tahun undang-undang itu sudah diperjuangkan dan di masa kepemimpinan Bapak Presiden sudah disahkan. Atas nama pekerja rumah tangga di seluruh Indonesia, di seluruh penjuru negeri, kami mengucapkan terima kasih."

Apresiasi terhadap Kebijakan Pro Rakyat

Selain UU PPRT, Said Iqbal juga mengapresiasi kebijakan Prabowo lainnya yang dinilai pro rakyat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, program perumahan, dan berbagai inisiatif lain yang memberikan nilai tambah bagi kaum buruh. Ia juga menyambut baik pembentukan desk ketenagakerjaan. "Bapak Sufmi Dasco dan bapak Kapolri kami juga terima kasih atas dibentuknya desk ketenagakerjaan," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

11 Isu Aspirasi Buruh

Dalam sambutannya, Said Iqbal menyampaikan 11 isu yang menjadi aspirasi kaum buruh. Salah satu isu utama adalah permintaan agar Presiden Prabowo segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan. "Bapak presiden yang kami hormati, kami membawa 11 isu yang menjadi aspirasi, pertama adalah sahkan RUU Ketenagakerjaan, 2 tahun waktu yang tinggal sedikit lagi, 5 bulan lagi, mudah-mudahan waktu yang cukup," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengesahan UU Ketenagakerjaan yang telah lama tertunda. "Biasanya UU Ketenagakerjaan tarikan ideologisnya terlalu kuat, bahkan bisa 3 kali presiden UU itu tidak disahkan. Oleh karena itu, kami mohon dengan segala hormat di May Day tahun ini, mudah-mudahan di May Day tahun depan UU Ketenagakerjaan sudah disahkan dan melindungi kaum buruh di seluruh Indonesia," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga