RS Leona Buka Suara Kasus Dokter Icha: Serahkan CCTV dan Kawal Proses Hukum
RS Leona Buka Suara Kasus Dokter Icha: Serahkan CCTV

Direktris Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu, drg. Rizky Anugrah Dewati, akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan intimidasi yang menimpa Dokter Elisa Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha. Pihak rumah sakit memastikan akan terus mengawal proses hukum serta pemeriksaan etik di Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU.

Fokus Awal pada Kesembuhan Dokter Icha

Dalam pernyataannya pada Kamis, 9 Juli 2026, drg. Rizky menegaskan bahwa selama masa perawatan almarhumah di RS Leona, pihak rumah sakit bersama keluarga senantiasa mendampingi dan memantau kondisi korban. "Karena fokus di awal kami pada waktu itu adalah untuk kesembuhan," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa RS Leona telah memberikan keterangan lengkap kepada kepolisian Polres TTU. Seluruh tenaga kesehatan yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) beserta direksi rumah sakit juga telah hadir dan memberikan kesaksian terkait peristiwa tersebut. Keterangan itu disampaikan sehari setelah Dokter Icha dinyatakan berpulang di kediaman orang tuanya di Kabupaten Kupang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyerahan Rekaman CCTV ke Polres TTU

Pihak rumah sakit juga telah menyerahkan seluruh rekaman CCTV di lokasi kejadian kepada penyidik Polres TTU untuk melengkapi bukti penyelidikan. CCTV yang diamankan meliputi titik pintu masuk dan beberapa lokasi strategis lain di lingkungan rumah sakit. "Saya juga sudah memberikan keterangan ke BK DPRD TTU kemarin," tandas drg. Rizky.

Kasus dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha telah menarik perhatian publik. Sebelumnya, keluarga Dokter Icha menantang anggota DPRD untuk sumpah adat, dan pengacara keluarga menyebut ada anggota DPRD yang minum miras usai mengintimidasi korban. Ayah Dokter Icha juga meminta sanksi tegas untuk tiga anggota DPRD TTU. DPR RI pun meminta polisi tidak takut mengusut kasus ini.

Proses Hukum dan Etik Terus Berjalan

RS Leona berkomitmen mendukung penuh proses hukum yang dilakukan Polres TTU. Selain itu, pemeriksaan etik di BK DPRD TTU juga terus berlangsung. Sebanyak 11 orang telah diperiksa dalam kasus kematian Dokter Icha, termasuk Ketua DPRD TTU dan sepuluh orang lainnya.

Dengan diserahkannya bukti CCTV dan keterangan dari pihak RS Leona, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap secara tuntas dan memberikan keadilan bagi Dokter Icha serta keluarganya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga