Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut 'orang desa tak pakai dolar'. Menurut Purbaya, pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menghibur masyarakat.
"Untuk menghibur rakyat aja di situ. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, nggak apa-apa ngomong begitu," ujar Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/6/2026).
Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih dalam keadaan baik, terutama dari sisi fiskal dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut APBN bermasalah.
"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali. Dan mereka nggak ngerti apa yang kita kerjakan," katanya.
Strategi pemerintah, kata Purbaya, tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk lebih aktif. Dampaknya terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama yang mencapai 5,6 persen.
"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government saja," ujarnya.
Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya perbaikan ekonomi.
"Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi," ujarnya.
"Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Pak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," imbuh Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang tembus Rp 17.500. Menurutnya, nilai tukar masih terkendali karena Menteri Keuangan Purbaya masih bisa tersenyum.
"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih, Sabtu (16/5).



