Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat negara yang menyalahgunakan wewenang dan merugikan keuangan negara. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026).
Peringatan Tegas untuk Pejabat Korup
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada pejabat yang terbukti melakukan korupsi atau tindakan merugikan rakyat. Ia menekankan bahwa para pejabat negara digaji dari uang rakyat dan harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat," ujar Prabowo di hadapan para hadirin.
Presiden yang mendapat mandat langsung dari rakyat ini menyatakan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku korupsi. "Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu," tegasnya.
Penertiban Aktivitas Ilegal di Berbagai Sektor
Selain memberantas korupsi, Prabowo juga mengumumkan bahwa pemerintah tengah melakukan penertiban besar-besaran terhadap berbagai aktivitas ilegal di tanah air. Langkah ini mencakup sektor penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga praktik perdagangan ilegal.
"Kita sedang mengadakan penertiban besar-besaran terhadap semua kegiatan-kegiatan yang ilegal. Penyelundupan, kegiatan tambang ilegal, kegiatan perkebunan ilegal, kegiatan perikanan ilegal, permainan-permainan dagang yang ilegal," papar Prabowo.
Presiden mengakui bahwa upaya pemberantasan korupsi dan aktivitas ilegal bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan komitmen kuat dan kerja keras dari seluruh elemen pemerintahan. Namun, Prabowo optimistis bahwa dengan tekad dan kehendak yang kuat, Indonesia mampu memberantas praktik-praktik tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pekerjaan kita besar, tapi Insya Allah dengan tekad, dengan hati, dengan kehendak, kita akan mencapai yang kita inginkan," pungkasnya.



