Jakarta - Sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, menjadi pusat perhatian pada Rabu (8/7/2026) siang. Bukan karena ramainya pengunjung, melainkan kehadiran sejumlah polisi dari Kortas Tipikor Polri yang datang untuk mencari barang bukti dugaan korupsi batu bara. Hingga saat ini, polisi telah mengamankan berbagai barang bukti dari lantai dua Cafe de'Clan Cipete, termasuk dokumen, handphone, dan uang tunai dalam jumlah besar.
Uang Tunai Rp60 Miliar Disita dari Kafe
Dari penggeledahan di Cafe de'Clan, polisi menyita uang tunai dalam berbagai mata uang. Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan rincian barang bukti yang ditemukan. "Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de'Clan," ujar Totok, dikutip dari detikNews edisi Rabu (8/7).
Selain di kafe, polisi juga menggeledah sebuah Money Changer yang berada di sebelah Cafe de'Clan dan berhasil mengamankan sejumlah barang. Penggeledahan ini terkait dengan penyelidikan tiga perkara korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.
74 Kg Emas Batangan di Brankas Tersembunyi
Penggeledahan lainnya dilakukan di sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dari lokasi ini, polisi menemukan barang bukti yang jauh lebih besar. Di dalam sebuah brankas tersembunyi, ditemukan 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura yang ditaksir mencapai Rp 476 miliar. "Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7/2026) dini hari.
Barang bukti tersebut tersusun rapi di dalam tujuh koper yang disimpan dalam brankas. Penemuan ini menjadi bagian dari pengungkapan kasus rasuah di tiga institusi BUMN tersebut.
Perkembangan Penyelidikan Kasus Korupsi Batu Bara
Polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus korupsi batu bara yang melibatkan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Barang bukti yang disita akan dianalisis lebih lanjut untuk mengungkap aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat. Kakortas Tipidkor Polri menegaskan bahwa pengusutan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.
Polemik Makam di Pekarangan Masjid Kudus
Dalam segmen Berita Nusantara, detikSore juga membahas polemik makam di pekarangan Masjid Al-Maghfiroh, Dukuh Muneng, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Ahli waris mengungkapkan bahwa mereka berusaha memenuhi wasiat keluarga yang meminta dimakamkan di lokasi tersebut. Makam itu milik tokoh setempat bernama Musdiyono yang meninggal pada Rabu (1/7) lalu. Kuburan tersebut berhadapan langsung dengan hunian warga, hanya dipisahkan jalan desa sepanjang sekitar 100 meter. Warga sekitar memberikan tanggapan beragam terkait keberadaan makam tersebut.
Renovasi Candi Prambanan Kerja Sama Indonesia-India
Menjelang petang, detikSore mengulas rencana renovasi Candi Prambanan yang melibatkan kerja sama Indonesia dengan India. Perdana Menteri Narendra Modi dikabarkan akan turut andil dalam proyek restorasi candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut. "Saya dapat meyakinkan Anda, setelah upaya bersama kita dalam renovasi, jumlah wisatawan dan umat dari India akan tumbuh secara eksponensial di masa mendatang," beber Modi, Rabu (8/7/2026). Renovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya dari India, ke kawasan wisata yang terletak di perbatasan Yogyakarta dengan Jawa Tengah tersebut.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.



