Jakarta - Seorang pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) berinisial AD menjadi sorotan setelah berlari meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (8/5/2026). Aksi tersebut terjadi usai AD menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC.
Kronologi Kejadian
AD tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.07 WIB. Saat dikonfirmasi awak media pada siang hari, ia sempat menyangkal identitasnya sambil menutupi wajah dengan map. "Bukan saya, bukan," ujarnya. Namun, pada sore hari, sosok yang sama kembali terlihat. Kali ini, ia tiba-tiba berlari cepat meninggalkan gedung tanpa menghiraukan panggilan wartawan. "Pak kenapa lari pak?" teriak awak media, namun AD terus berlari.
Alasan Pemeriksaan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa AD diperiksa sebagai saksi terkait pengetahuannya tentang PT Blueray (PT BR). "AD diperiksa karena diduga dapat aliran uang dari PT BR," kata Budi. Selain AD, tiga saksi lain juga dipanggil, yaitu HS, HTT, dan HA yang merupakan karyawan swasta.
Kasus Korupsi Bea Cukai
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan DJBC. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal, serta sejumlah pejabat dan pihak swasta terkait impor barang tiruan. Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Budiman Bayu Prasojo.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui alasan pasti AD berlari. Awak media hanya ingin mengonfirmasi apakah ia benar bernama Ahmad Dedi. KPK terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan korupsi di DJBC.



