Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penguatan kebijakan dan pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting dalam konservasi satwa di Indonesia. Hal ini disampaikan usai menerima kunjungan Chair IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group, Dr. Amirtharaj Christy Williams, dan Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, Heidi S. Riddle, di Jakarta, Rabu (6/5).
Apresiasi IUCN terhadap Komitmen Politik
Dalam pertemuan tersebut, kedua perwakilan IUCN menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah konservasi gajah dan badak yang dilakukan Pemerintahan Presiden Prabowo. Menurut Raja, komitmen politik yang kuat, penguatan kebijakan, serta pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting bagi masa depan konservasi satwa di Indonesia.
Raja menegaskan bahwa masukan dan dukungan dari komunitas konservasi internasional seperti IUCN menjadi pengingat bahwa menjaga gajah, badak, dan habitatnya bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia.
Harapan Peningkatan Populasi Badak
Dr. Amirtharaj Christy Williams menuturkan bahwa konservasi gajah dan badak selama pemerintahan Presiden Prabowo telah menunjukkan langkah strategis yang menempatkan Indonesia pada jalur yang tepat. "Saya melihat pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian yang cukup dan mengambil langkah yang tepat. Diharapkan, dalam satu dekade ke depan populasi badak bisa meningkat," ujarnya.
Ia menilai komitmen politik yang ditunjukkan saat ini menjadi titik penting dalam sejarah konservasi Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya implementasi program di lapangan yang efektif. "Saya rasa ini pertama kalinya kita melihat komitmen terhadap konservasi datang dari level politik tertinggi di negara ini. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden dan Menteri," tambahnya.
Momentum Konservasi Gajah
Heidi S. Riddle melihat adanya momentum kuat dalam konservasi gajah Indonesia saat ini. Ia menilai dukungan dari Presiden dan Menteri Kehutanan menjadi faktor kunci dalam mendorong kebijakan yang lebih progresif. "Saat ini adalah momentum yang sangat baik karena ada perhatian besar dari Menteri yang sedang menjabat, juga dari Presiden, untuk benar-benar melakukan langkah nyata dalam mendukung konservasi gajah di Indonesia," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah berada di jalur yang tepat melalui pendekatan kolaboratif dan kebijakan yang inklusif. Ke depan, penguatan konektivitas habitat dan perlindungan kawasan menjadi fokus utama.
IUCN SSC adalah komisi penyelamatan spesies di bawah IUCN yang berperan menilai status spesies, memberi rekomendasi konservasi, dan mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati secara global. IUCN merupakan organisasi lingkungan global tertua dan terbesar yang menerbitkan Daftar Merah Spesies Terancam Punah.



