Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS telah menghancurkan tujuh kapal militer kecil milik Iran di Selat Hormuz. Ia menegaskan aksi tersebut tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.
Pernyataan Trump Soal Serangan
Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (6/5/2026), saat ditanya mengenai definisi pelanggaran gencatan senjata, Trump enggan memberikan penjelasan rinci. "Anda akan mengetahuinya," ucap Trump di Ruang Oval, Washington DC. Ia menambahkan, "Orang Iran tahu. Mereka tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Mereka menghormati kita."
Latar Belakang Proyek Freedom di Selat Hormuz
Serangan ini merupakan bagian dari inisiatif AS yang disebut Project Freedom di Selat Hormuz. Proyek ini bertujuan mengawal kapal-kapal yang terjebak sejak Iran memblokir jalur perairan tersebut pada awal konflik di bulan Februari. Menurut laporan BBC yang dirangkum detikcom pada Selasa (5/5), proyek diawali dengan serangan menggunakan helikopter terhadap tujuh kapal cepat Iran.
Trump menjelaskan, "Kami telah menembak tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, 'kapal cepat'. Itu saja yang mereka miliki."
Bantahan dari Pihak Iran
Pemerintah Iran melalui media resmi membantah klaim AS. Kantor berita Tasnim, mengutip sumber militer, melaporkan bahwa dua kapal kargo kecil terkena serangan dan menewaskan lima warga sipil. Iran mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran.
Proyek pengawalan kapal ini sebelumnya telah diumumkan Trump, di mana Angkatan Laut AS mulai mengawal kapal-kapal yang terdampar di Teluk untuk keluar melalui Selat Hormuz pada Senin (4/5). Kapal-kapal tersebut terdampar sejak Iran memblokir jalur itu pada awal konflik Februari lalu.



