OTT KPK di Sumut, Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap
OTT KPK di Sumut, Bupati Langkat Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara pada Kamis, 2 Juli 2026. Salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu adalah Bupati Langkat, H Syah Afandin.

KPK Benarkan Penangkapan Bupati Langkat

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (3/7/2026). "Benar," ujarnya singkat. Namun, Fitroh belum merinci pihak lain yang turut diamankan maupun perkara yang sedang diselidiki. KPK masih enggan membuka detail operasi hingga pengembangan lebih lanjut.

Kronologi OTT di Polrestabes Medan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tim KPK sebenarnya sudah tiba di Polrestabes Medan sejak Kamis sore. Suasana di lokasi sempat landai dan tidak menunjukkan pergerakan mencolok hingga malam hari. Ketegangan mulai terlihat jelang tengah malam. Sekitar pukul 23.27 WIB, sejumlah orang yang diduga bagian dari tim penyidik KPK mulai bergerak di sekitar ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan. Beberapa pria mengenakan jaket hitam tampak berjalan tergesa-gesa. Mereka sempat melapor di bagian lobi sebelum masuk ke ruang Satreskrim sambil membawa sebuah koper berwarna abu-abu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kehadiran koper misterius itu memicu spekulasi tentang barang bukti yang dibawa penyidik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai isi koper tersebut.

OTT ke-15 Sepanjang 2026

Operasi tangkap tangan ini menjadi yang ke-15 sejak awal tahun 2026. KPK terus menggencarkan pemberantasan korupsi di daerah, khususnya Sumatera Utara yang beberapa kali menjadi lokasi OTT. Bupati Langkat Syah Afandin menjadi pejabat daerah kedua yang ditangkap dalam sepekan terakhir setelah pejabat lainnya dikabarkan diamankan saat makan durian dalam OTT berantai sebelumnya.

KPK masih mendalami kasus ini dan belum mengumumkan konstruksi perkara. Publik menunggu langkah selanjutnya dari lembaga antirasuah tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga