Suasana Money Changer di Cipete Usai Digeledah Terkait Korupsi PLN, ASABRI, Krakatau Steel
Money Changer Cipete Digeledah Terkait 3 Kasus Korupsi

Polri menggeledah sebuah money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026) terkait dugaan tiga kasus korupsi besar, yaitu korupsi batu bara di PLN, ASABRI, dan utang Krakatau Steel. Penggeledahan berlanjut hingga Kamis (9/7/2026) dengan situasi yang mulai tenang.

Lokasi dan Kondisi Terkini Money Changer

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi pada Kamis (9/7/2026) pukul 13.00 WIB, money changer tersebut berada di lantai dasar sebuah ruko yang juga berisi beberapa tenant lain. Lokasinya tepat di pojok dekat lift, bersebelahan dengan Kafe de'Clan Signature yang juga turut digeledah polisi.

Money changer terdiri dari dua ruangan. Ruangan pertama digunakan untuk transaksi penukaran uang, sedangkan ruangan kedua khusus untuk staf. Pada saat pantauan, tidak terlihat aktivitas di dalam money changer, dan pintunya bertuliskan 'tutup'. Sementara itu, tenant lain di ruko tersebut beraktivitas normal. Di Kafe de'Clan, masih terlihat sejumlah pihak, termasuk anggota TNI berseragam yang lalu-lalang, namun kafe tersebut tertutup pagar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Barang Bukti yang Disita

Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa dari penggeledahan pada Rabu (8/7), polisi menyita uang senilai Rp7,2 miliar. "Kemudian di money changer, ada 71 item barang bukti, kemudian ada 16 uang asing, dengan total sekitar Rp7,2 miliar," ujar Irjen Totok kepada wartawan di Kafe de'Clan, Cipete, Jaksel, Rabu (8/7).

Barang bukti tersebut terdiri dari 71 item dan 16 jenis mata uang asing. Seluruh barang bukti akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik. "Kemudian proses penyidikan akan kita lanjutkan untuk pendalaman lebih lanjut," ungkap Irjen Totok.

Keterkaitan dengan Tiga Kasus Korupsi

Penggeledahan ini terkait dengan tiga kasus korupsi yang tengah ditangani Polri, yaitu korupsi batu bara di PLN, korupsi di PT ASABRI, dan kasus utang Krakatau Steel. Ketiga kasus tersebut melibatkan sejumlah pihak dan diduga menggunakan jasa money changer untuk transaksi mencurigakan.

Polri masih melakukan penyidikan intensif untuk mengungkap aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat. Sebelumnya, pada penggeledahan di lokasi lain, polisi juga menyita brankas berisi 74 kg emas di Bogor yang disebut memiliki sistem keamanan canggih dengan dua lapis baja.

Dampak dan Tindak Lanjut

Penggeledahan ini menambah daftar panjang operasi pemberantasan korupsi yang dilakukan Polri. Dengan disitanya uang Rp7,2 miliar dan 71 barang bukti, diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta dalam ketiga kasus tersebut. Masyarakat menantikan hasil penyidikan lebih lanjut dari tim penyidik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga