KPK Sita Barang Bukti Elektronik saat Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo
KPK Sita Barang Bukti Elektronik saat Geledah Rumah Anggota BPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi (BB), pada Selasa (14/7/2026) terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, "Dalam penggeledahan ini penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik (BBE)." Namun, Budi belum merinci jenis barang bukti elektronik yang disita. Ia hanya menyebut bahwa penyidik akan mengekstrak barang bukti untuk kebutuhan pendalaman informasi.

Penggeledahan untuk Melengkapi Bukti

Budi menjelaskan bahwa kegiatan penggeledahan tersebut bertujuan untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara dugaan suap dalam audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. "Pada prinsipnya, kegiatan penggeledahan tersebut adalah untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara terkait dugaan suap dalam audit BPK di Pemkab Muara Enim," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kasus Suap Bupati Muara Enim

Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6/2026). KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa (9/6/2026). Selain Edison, KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka usai OTT tersebut. Berikut identitas para tersangka:

  • Bupati Muara Enim, Edison
  • Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani
  • Keponakan Bupati, Adi Triyadi
  • Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi

KPK menduga Edison menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima melalui Abi Nurwardani. Suap tersebut diduga merupakan uang untuk menjaga 'hubungan baik' karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi menerima setoran uang dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita uang sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.

OTT Terhadap ASN BPK

Pada Rabu (10/6/2026), KPK melakukan OTT terhadap lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) BPK. KPK menyebutkan OTT ini masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim. KPK menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board. KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.

Berikut lima tersangka dalam kasus kedua Edison:

  • Angga selaku pihak swasta
  • Titin Rita Lestari selaku ASN atau Pengendali Teknis
  • Edison selaku Bupati Muara Enim
  • Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi
  • Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi

KPK terus mengembangkan penyidikan kasus ini dan masih mendalami keterkaitan pihak-pihak lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga